Lestarikan Egrang dan Gasing, KORMI Kaltara Ajak Generasi Muda Gemari Olahraga Tradisional

HARIAN RAKYAT KALTARA — Permainan tradisional menjadi ruang pertemuan masyarakat. Melalui olahraga masyarakat, warga tidak hanya diajak bergerak dan menjaga kebugaran. Tetapi juga membangun kebersamaan tanpa harus menjadi atlet.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kaltara Achmad Djufrie, mengatakan olahraga masyarakat dirancang agar dapat dinikmati berbagai kalangan.
Kesederhanaan dan suasana menyenangkan menjadi daya tarik kegiatan yang bisa diikuti masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.
“Olahraga masyarakat itu sederhana, bisa dinikmati bersama. Orang yang berolahraga juga menjadi sehat dan bahagia,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi dan menjalin hubungan antarmasyarakat lintas daerah. Suasana kompetisi berpadu dengan semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dari olahraga rekreasi.
Salah satu permainan yang menarik perhatian, yakni lomba egrang hingga gasing. Egrang sendiri, permainan yang menggunakan dua bilah bambu atau kayu sebagai pijakan. Menguji keseimbangan tubuh, ketangkasan, serta kemampuan peserta mengatur langkah.
“Peserta harus menjaga kestabilan tubuh saat berjalan menuju garis akhir. Tantangan menjaga keseimbangan membuat perlombaan menarik untuk diikuti, baik oleh peserta maupun penonton,” ujarnya.
Lebih dari sekadar hiburan, lomba egrang juga menjadi sarana memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan permainan dan hiburan modern, kegiatan semacam ini memberi kesempatan bagi generasi muda. Untuk mengenal bentuk permainan yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
“Olahraga masyarakat memiliki keunggulan, karena dapat dilakukan dengan cara yang lebih santai dan menyenangkan. Masyarakat bisa berpartisipasi tanpa tekanan prestasi seperti dalam olahraga kompetitif,” jelasnya.



