HARIAN RAKYAT KALTARA — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara terus mendorong peningkatan investasi daerah.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan dengan penyelenggaraan Kaltara Investment Forum (KIF) yang direncanakan berlangsung pada April mendatang.
Sekretaris DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani mengungkapkan, forum tersebut akan dikemas dengan melibatkan kerja sama lintas negara. Khususnya dalam kerangka Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia).
Kegiatan ini juga akan menghadirkan pelaku usaha dari Sabah, Malaysia, sebagai upaya memperluas jejaring investasi di wilayah perbatasan.
“Kegiatan ini kita balut dengan kerja sama Sosek Malindo, termasuk melibatkan pengusaha dari Sabah (Malaysia),” ujar Rahman, Minggu (29/3).
Ia mengakui, telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk menghimpun data potensi investasi yang akan ditawarkan kepada investor.
Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Bank Indonesia serta sejumlah perangkat daerah teknis terkait.
“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan rapat dengan Bank Indonesia dan OPD teknis untuk menghimpun data. Sudah ada beberapa potensi yang akan kita tawarkan,” jelasnya.
Rahman menyebutkan, sektor yang akan menjadi fokus utama dalam forum tersebut antara lain pariwisata.
Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan potensi wilayah Kaltara, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Agar lebih menarik bagi investor.
“Kita ingin menggenjot sektor pariwisata, terutama di wilayah 3T. Ini menjadi salah satu fokus yang akan kita tawarkan kepada investor,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata, DPMPTSP juga tengah menggagas konektivitas wisata lintas negara.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah paket perjalanan singkat atau one night trip yang menghubungkan Tarakan atau Nunukan dengan Tawau, Malaysia.
“Konsepnya kita ingin membuka one night trip dari Tarakan atau Nunukan ke Tawau. Ini juga sedang kita matangkan bersama pihak terkait,” tuturnya.
Pihaknya juga kembali menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait guna mematangkan rencana tersebut.
Sehingga dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap dapat menarik lebih banyak investor, meningkatkan kunjungan wisatawan. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi