Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mudik Lebaran Kaltara 2026: Intip Daftar 53 Speedboat yang Sudah Berstiker Laik Berlayar!

Beraupost • Jumat, 6 Maret 2026 | 08:35 WIB

RAMP CHECK: Petugas gabungan melakukan pemasangan stiker laik berlayar dan ramp check di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kamis (5/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
RAMP CHECK: Petugas gabungan melakukan pemasangan stiker laik berlayar dan ramp check di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kamis (5/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Jelang Hari Raya Idulfitri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran tahun ini.

Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari rapat koordinasi lintas instansi hingga pemeriksaan kelayakan armada transportasi darat dan laut.

Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid mengatakan, persiapan diawali dengan rapat koordinasi bersama berbagai pihak terkait yang tergabung dalam tim angkutan Lebaran.

Instansi yang dilibatkan antara lain kepolisian, Lantamal, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), otoritas pelabuhan, pihak keamanan, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.

“Persiapan sudah kami lakukan melalui rapat koordinasi dengan semua pihak terkait. Ini merupakan kerja tim, karena pelayanan angkutan Lebaran melibatkan banyak instansi,” ujarnya, Kamis (5/3).

Selain koordinasi, Dishub Kaltara juga telah melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap armada transportasi yang akan melayani masyarakat selama masa mudik.

Pemeriksaan dilakukan baik terhadap angkutan darat maupun angkutan perairan. Untuk transportasi laut, ramp check menyasar kapal penumpang reguler, kapal barang, hingga kapal cepat atau speed boat.

“Pemeriksaan dilakukan bersama operator pelayaran seperti PT ASDP Indonesia Ferry serta pihak terkait lainnya,” terangnya.

Sementara untuk transportasi darat, pemeriksaan dilakukan terhadap armada bus yang dioperasikan oleh perusahaan angkutan, termasuk PT Damri.

Dalam proses ramp check tersebut, petugas memeriksa kelengkapan administrasi, perizinan, serta kondisi peralatan keselamatan.

“Ramp check dilakukan minimal dua kali. Tahap pertama memeriksa administrasi dan kelengkapan keselamatan. Jika belum lengkap, armada tidak diberikan stiker angkutan Lebaran,” jelasnya.

Stiker tersebut menjadi tanda bahwa kendaraan atau kapal telah memenuhi standar keselamatan dan diizinkan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.

Armada yang belum memenuhi persyaratan, tidak diperbolehkan beroperasi hingga seluruh kelengkapan dipenuhi.

Selain itu, Dishub Kaltara juga akan membuka posko angkutan Lebaran yang beroperasi mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.

Posko terpadu akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti Pelabuhan Kayan II di Tanjung Selor, Pelabuhan Tengkayu I di Tarakan, serta Pelabuhan Liem Hie Djung di Nunukan.

Dishub juga meminta pemerintah kabupaten dan kota turut memantau aktivitas pelayaran di pelabuhan kecil maupun dermaga yang melayani transportasi antar kecamatan. Guna memastikan keselamatan penumpang selama periode mudik Lebaran.

Sementara itu, sebanyak 53 armada speedboat yang beroperasi dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dipastikan siap melayani penumpang.

Armada tersebut telah menjalani pemeriksaan keselamatan atau ramp check dan mulai ditempeli stiker laik berlayar sebagai tanda telah memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Langkah ini dilakukan Dishub Kaltara untuk memastikan transportasi laut yang menjadi andalan masyarakat antardaerah di wilayah perbatasan tetap aman dan layak digunakan selama periode angkutan Lebaran.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Dishub Kaltara Agung Pratama menjelaskan, pemasangan stiker laik berlayar merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan menyeluruh terhadap armada speedboat yang melayani berbagai trayek dari Tarakan.

“Dalam kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 1447 Hijriah, Dishub Kaltara melaksanakan pemasangan stiker laik laut atau laik operasi pada armada speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Ini merupakan tindak lanjut dari ramp check yang telah dilakukan terhadap aspek keselamatan, kelengkapan administrasi, dan kelaikan teknis kapal,” ujarnya, Kamis (5/3).

Ramp check tersebut dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Tarakan dengan melibatkan Dishub Kaltara serta UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh armada yang melayani masyarakat berada dalam kondisi aman sebelum beroperasi selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Agung menjelaskan, kewenangan penetapan kelaikan berlayar sepenuhnya berada di tangan KSOP sebagai otoritas pelabuhan.

Setelah kapal dinyatakan memenuhi persyaratan keselamatan. Barulah diberikan stiker sebagai tanda visual bagi masyarakat.

“Teknisnya memang dari KSOP. Setelah kapal dinyatakan laik berlayar, maka diberikan stiker. Pemasangan stiker ini menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat bahwa armada yang telah ditempeli stiker sudah memenuhi standar keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemasangan stiker yang dilakukan pada Kamis pagi masih bersifat uji petik terhadap sejumlah armada.

Namun proses tersebut akan dilanjutkan hingga seluruh speedboat yang telah menjalani ramp check mendapatkan penandaan.

“Untuk hari ini sifatnya uji petik. Tetapi pemasangan stiker akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh armada yang telah dinyatakan laik beroperasi,” katanya.

Berdasarkan pendataan Dishub Kaltara, terdapat 58 armada speedboat yang melayani berbagai rute dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Trayek tersebut meliputi Tarakan—KTT sebanyak tiga unit, Tarakan—Malinau sembilan unit, Tarakan—Nunukan sembilan unit, Tarakan—Bunyu delapan unit, Tarakan—Sungai Nyamuk dua unit, serta Tarakan—Tanjung Selor sebanyak 22 unit.

Namun tidak seluruh armada tersebut akan beroperasi selama periode angkutan Lebaran tahun ini.

Lima unit speedboat dipastikan tidak melayani penumpang karena sedang menjalani proses perbaikan atau docking.

Kelima armada tersebut yakni SB Dewa Sebakis Sakti 2 tujuan Nunukan, SB Sinar Baru Ekspres 4 tujuan Sungai Nyamuk, SB Triputri Tunggal Dewi tujuan Tanjung Selor, SB Lestari tujuan KTT, serta SB Jasmine tujuan KTT.

“Kelima speedboat itu sedang menjalani proses perbaikan atau docking. Sehingga tidak melayani penumpang selama arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, total armada yang siap melayani masyarakat pada angkutan Lebaran tahun ini sebanyak 53 unit speedboat.

Seluruh armada tersebut akan beroperasi dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menuju berbagai wilayah di Kaltara.

Dishub Kaltara bersama KSOP juga akan terus melakukan pengawasan selama masa angkutan Lebaran.

Untuk memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Operator kapal diingatkan agar mematuhi seluruh ketentuan keselamatan pelayaran.

Termasuk tidak melebihi kapasitas penumpang serta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia di atas kapal.

“Harapannya masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman menggunakan transportasi laut. Selama perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran,” pungkasnya. (fai/sas/uno)

Editor : Nurismi
#Dishub Kaltara #speedboat #Laik Berlayar #angkutan lebaran