HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan daerah.
Tidak hanya melalui perluasan lahan, pemerintah kini memfokuskan langkah pada pembangunan infrastruktur pendukung.
Serta membuka ruang investasi guna memperkuat ekosistem pertanian secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Heri Rudiyono menegaskan, sektor pertanian saat ini memasuki fase penguatan.
Sejumlah kawasan yang sebelumnya minim aktivitas pertanian mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Lahan sawah yang dahulu terbatas kini bertambah luas.
“Di salah satu kabupaten, yang sebelumnya hampir tidak memiliki areal sawah yang memadai, sekarang sudah berkembang hingga sekitar 200 hektare. Ini progres yang cukup menggembirakan,” ujarnya, Jumat (27/2).
Menurutnya, penguatan pertanian tidak bisa hanya bertumpu pada perluasan lahan. Infrastruktur menjadi faktor kunci, terutama pembangunan jalan usaha tani.
Untuk memperlancar distribusi hasil panen dari sentra produksi menuju pasar.
“Kita membangun jalan usaha tani agar akses petani lebih mudah. Wilayah Kaltara ini luas. Jarak antar permukiman cukup jauh, jadi infrastruktur harus disiapkan. Agar biaya distribusi bisa ditekan,” jelasnya.
Dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian juga dinilai semakin besar. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan perhatian serius terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Termasuk di daerah perbatasan seperti Kaltara.
“Hubungan dan dukungan ke pertanian sekarang lebih besar. Ini menjadi momentum bagi daerah untuk bergerak lebih cepat,” ungkapnya.
Namun, tantangan masih dihadapi terutama di wilayah dengan jumlah penduduk besar. Tapi belum sepenuhnya terlayani produksi pangan lokal.
Beberapa daerah dengan populasi hingga 50 ribu jiwa masih bergantung pada pasokan dari luar.
“Dengan kombinasi perluasan lahan, peningkatan produksi, efisiensi anggaran, pembangunan infrastruktur serta masuknya investasi. Pemerintah optimistis sektor pertanian akan menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah, dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Target tahun 2027 dipatok sebagai tonggak penting kemandirian pangan Kaltara. Pemerintah berharap kebutuhan pangan daerah dapat dipenuhi secara mandiri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Kuncinya petani mau menanam dan pastikan sistemnya berjalan. (fai/uno)
Editor : Nurismi