Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Harga Beras Tarakan Mulai Naik Jelang Ramadan? Satgas Pangan Langsung Sidak Distributor!

Beraupost • Kamis, 26 Februari 2026 | 09:55 WIB

PENGAWASAN: Hasil pengecekan Tim Satgas Saber Pangan memastikan stok beras aman dan produk memiliki izin edar. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
PENGAWASAN: Hasil pengecekan Tim Satgas Saber Pangan memastikan stok beras aman dan produk memiliki izin edar. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Momen Ramadan dan jelang Idulfitri, pergerakan harga beras di Kota Tarakan mulai menjadi perhatian serius.

Untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga maupun peredaran beras bermutu rendah. Tim gabungan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga Pangan (Satgas Saber Pangan) turun langsung melakukan pengawasan ke distributor dan ritel modern, Selasa (24/2).

Pengawasan ini dilakukan dalam rangka Satgas Saber Pangan, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Tim menyasar sejumlah titik distribusi guna memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), kelengkapan izin edar, hingga kualitas beras yang beredar di pasaran.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah melalui Kanit Tipidter Ipda Arief Riyadi Safei mengatakan, pengawasan difokuskan pada upaya preventif agar masyarakat tidak dirugikan di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok saat bulan suci.

“Pengawasan ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran harga maupun mutu pangan. Terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri saat permintaan masyarakat meningkat,” ujar Arief, Rabu (25/2).

Kegiatan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan, Polres Tarakan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) serta perwakilan Dit PPSKMP Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Salah satu distributor didapati menjual beras merek Irian asal Jawa Timur dijual Rp 15.350 per kilogram dan telah memiliki nomor izin edar. Stok dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, distributor tersebut sebelumnya sempat menjual beras di atas HET. Saat ini, sisa stok telah disesuaikan dengan ketentuan harga pemerintah.

Untuk sementara, distributor menghentikan penjualan beras premium dan medium. Karena kesulitan menyesuaikan harga dengan aturan HET.

“Distributor akan berkomunikasi dengan Bulog agar dapat menjual beras SPHP,” jelas Arief.

Pengecekan juga dilakukan di distributor lain. Beras premium dijual dengan harga bervariasi antara Rp 16.108 hingga Rp 17.640 per kilogram.

Stok tersedia dan seluruh produk telah memiliki izin edar. Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kaltara turut mengambil tiga sampel untuk pengujian mutu.

Sementara di ritel modern, harga beras premium berkisar Rp 15.800 hingga Rp 17.600 per kilogram.

Untuk kategori sub medium, harga mulai Rp 15.000 per kilogram. Hasil pengecekan memastikan stok aman dan produk memiliki izin edar.

“Kalau hasil uji mutu nanti akan disampaikan ke distributor. Untuk OKKPD akan memastikan izin edar seragam dan sesuai ketentuan,” terangnya.

Arief menjelaskan, perbedaan harga beras di pasaran tidak lepas dari faktor biaya distribusi dan buruh angkut yang relatif tinggi di Kaltara. Bahkan, biaya buruh di provinsi ini disebut menjadi yang tertinggi kedua di Kalimantan setelah Balikpapan. Meski demikian, pihaknya memastikan distribusi berjalan lancar dan stok dalam kondisi mencukupi.
“Kami pastikan stok mencukupi dan distribusi lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras selama Ramadan hingga Idulfitri,” tegasnya.
Satgas Pangan Provinsi Kaltara akan terus melakukan pemantauan rutin. Guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan strategis. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi spekulasi harga sekaligus menjamin kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat.
“Kegiatan ini langkah preventif, agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali saat momen hari besar keagamaan,” pungkas Arief. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#pasar #polres tarakan #distributor beras #sidak #Stok Aman