Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kapolda Kaltara Pecat 4 Anggota Secara Tidak Hormat, Ini Pesan Tegasnya Buat Personel Nakal

Beraupost • Jumat, 20 Februari 2026 | 07:45 WIB
DIBERHENTIKAN: Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mencoret foto 4 oknum yang kena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat, Rabu (18/2). (POLDA KALTARA UNTUK HRK)
DIBERHENTIKAN: Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mencoret foto 4 oknum yang kena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat, Rabu (18/2). (POLDA KALTARA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy memimpin prosesi pemberian Reward and Punishment kepada personel Polda Kaltara, di Mapolda Kaltara, Rabu (18/2).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 17 personel menerima piagam penghargaan atas prestasi dan dedikasi yang telah ditunjukkan.

Kapolda Kaltara menegaskan bahwa pemberian reward merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap kontribusi positif anggota yang mampu mengharumkan nama Polri melalui kinerja terbaik.

Selain itu, Polda Kaltara juga memberikan punishment kepada 4 oknum anggota Polri berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kapolda menjelaskan, keputusan tersebut telah melalui proses panjang, penuh pertimbangan, dan dilaksanakan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Kapolda menekankan, reformasi Polri harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

Seluruh anggota dituntut untuk berintegritas, profesional, akuntabel, humanis, dan transparan.

Ia mengajak personel untuk memegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya, menghindari pelanggaran sekecil apapun, membangun budaya disiplin dan ketaatan hukum, memperkuat pengawasan internal, serta berani melaporkan setiap penyimpangan.

“Mari kita jaga dan sayangi institusi kita. Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa tugas kita memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat Kalimantan Utara. Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kita adalah tolak ukur keberhasilan kita,” tutur Kapolda.

Sebelum melakukan punishment, Kapolda menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional.

Kapolda menegaskan, Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum refleksi dan penegasan komitmen bagi seluruh insan Bhayangkara dalam menjunjung tinggi disiplin.

Serta etika profesi Polri sebagai pondasi utama pengabdian kepada bangsa dan negara.

Polri dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas. Tetapi juga berintegritas dalam sikap dan perilaku, baik di dalam maupun di luar kedinasan.

“Hari Kesadaran Nasional merupakan introspeksi bagi kita semua untuk kembali meneguhkan komitmen bersama terhadap Tribrata dan Catur Prasetya,” ujar Kapolda.

Melalui upacara ini, Polri diingatkan bahwa tugas utama bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban.

Tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan profesional.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, HKN menegaskan perlunya disiplin, soliditas. Serta kesiapan seluruh personel untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan publik yang semakin tinggi. (uno2)

Editor : Nurismi
#ptdh #polda kaltara