HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerataan akses energi listrik menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025.
Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), sebanyak 1.878 rumah tangga prasejahtera kini telah terhubung dengan jaringan listrik.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Provinsi Kaltara.
Sinergi tersebut memungkinkan pembiayaan dilakukan melalui skema APBN dan APBD secara bersamaan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan menjelaskan, dukungan dari APBD Kaltara telah merealisasikan pemasangan listrik untuk 271 rumah di lima kabupaten/kota.
Rinciannya, 62 rumah di Kabupaten Bulungan, 73 rumah (Nunukan), 63 rumah (KTT) dan 73 rumah (Kota Tarakan). Sementara itu, bantuan melalui APBN menjangkau 1.516 rumah tangga.
Kabupaten Malinau menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 570 rumah, disusul Bulungan 454 rumah, Nunukan 344 rumah, dan Tarakan 148 rumah.
“Program ini adalah bentuk komitmen bersama untuk memastikan masyarakat prasejahtera memiliki akses listrik yang layak,” jelasnya, Senin (16/2).
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat kendala di lapangan. Sejumlah wilayah belum memiliki jaringan listrik dasar.
Seperti tiang dan kabel distribusi, sehingga belum dapat dipasangi sambungan baru. Untuk mengatasi hal tersebut, koordinasi dengan PLN terus diperkuat guna mendorong perluasan jaringan ke daerah-daerah yang belum terjangkau.
“Pemerintah berharap cakupan listrik dapat semakin merata pada tahun mendatang,” terangnya.
Lebih dari sekadar penerangan, keberadaan listrik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman di malam hari. Sementara keluarga juga memiliki peluang mengembangkan usaha rumahan yang produktif.
“Dengan capaian ini, Pemprov Kaltara optimistis pemerataan akses energi akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi