Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gandeng 4 Kelompok Tani Hutan, Kaltara Siap Jadi Pionir Pemulihan Ekosistem Mangrove Nasional

Beraupost • Senin, 9 Februari 2026 | 08:55 WIB
PENANAMAN MANGROVE: Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Menhut RI Raja Juli Antoni lakukan penanaman pohon mangrove di Desa Liagu, Sekatak, Kabupaten Bulungan, Sabtu (7/2) lalu. (DKISP)
PENANAMAN MANGROVE: Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Menhut RI Raja Juli Antoni lakukan penanaman pohon mangrove di Desa Liagu, Sekatak, Kabupaten Bulungan, Sabtu (7/2) lalu. (DKISP)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kaltara, dengan melakukan penanaman pohon mangrove di Desa Liagu, Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Peringatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara),  Zainal A. Paliwang  bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI), Raja Juli Antoni, Sabtu (7/2).

Kegiatan diawali dengan penanaman mangrove yang dilanjutkan dialog interaktif antara Menhut Raja Juli Antoni, Gubernur Zainal dan masyarakat Kaltara dengan Dirjen PDASRH sebagai moderator.

Zainal menegaskan, menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove menjadi prioritas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sekaligus komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon.

“Mangrove ini bukan hanya tanaman, tapi penyangga kehidupan. Kalau dijaga bersama, manfaatnya besar untuk lingkungan dan masyarakat,” kata Zainal.

Ia menilai, gerakan penanaman mangrove merupakan langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Kaltara.

Pada kesempatan tersebut, Menhut didampingi Gubernur Kaltara menyerahkan bantuan bibit secara simbolis kepada empat Kelompok Tani Hutan (KTH), yakni KTH Mangrove Guardian,

KTH Sumber Alam Sejahtera, KTH Sumber Tani Bersama dan KTH Bumi Subur Bersama.

Selain itu, bantuan Matching Grant juga diserahkan kepada empat kelompok nelayan KTH Nelayan Mekar Abadi, Tunas Abadi Jaya, Tias Berkah dan Nelayan Mandiri. Berupa bibit udang, bibit bandeng, serta alat tangkap kepiting (ambau) untuk mendukung ekonomi berkelanjutan masyarakat pesisir.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan penyulingan minyak kayu putih di UPT KPH Kota Tarakan, yang menjadi salah satu potensi unggulan Kaltara berbasis sumber daya alam lokal. (dkisp)

Editor : Nurismi
#penanaman mangrove #hari lahan basah sedunia #pemprov kaltara #Kaltara