HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mulai mengarahkan pembangunan sektor primer pada pembentukan kawasan cepat tumbuh berbasis pertanian terintegrasi.
Langkah ini ditempuh sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat perekonomian desa.
Sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Tani Nelayan Center Institut Pertanian Bogor (IPB), ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bulungan dan Rektor IPB beberapa waktu lalu.
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan, kolaborasi ini menjadi fondasi dalam pengembangan kawasan yang mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan dalam satu ekosistem.
Kemudian, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi pembangunan sektor primer.
Tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, pembangunan kawasan ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat desa.
“Kerja sama dengan Tani Nelayan Center IPB ini menjadi dasar penguatan pembangunan kawasan terintegrasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan pendampingan,” jelasnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan cepat tumbuh dirancang agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Dengan pendekatan terintegrasi, potensi pertanian, perkebunan, dan perikanan dapat dikelola secara lebih efisien dan berdaya saing. Sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sebagai tahap awal, Desa Long Buang di Kecamatan Peso ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project.
Di desa ini, seluruh sektor primer akan dikembangkan secara terpadu. Tidak hanya sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai lokasi pembelajaran lapangan.
“Kawasan ini kita rancang sebagai ruang belajar. Masyarakat bisa langsung melihat dan mempraktikkan pengelolaan sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan dalam satu sistem,” jelasnya.
Program pembelajaran lapangan direncanakan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Agustus.
Kegiatan ini melibatkan IPB, Pemkab Bulungan, serta Universitas Kaltara (Unikaltar) sebagai mitra pendukung dalam transfer pengetahuan dan pendampingan teknis.
Setiap desa di Kecamatan Peso akan mengutus minimal tiga pemuda untuk mengikuti program tersebut.
Para peserta akan dibekali keterampilan teknis dan manajerial, agar mampu mengembangkan sektor primer secara mandiri di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan, penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, menjadi kunci keberhasilan pembangunan kawasan cepat tumbuh.
“Melalui program ini, Pemkab Bulungan berharap sektor primer dapat berkembang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan,” tegasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi