Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Terbaring Berjam-jam Tanpa Respons, Pria Ditemukan Meninggal di Parkiran Tarakan, Ini Ciri-Cirinya

Beraupost • Selasa, 16 Desember 2025 | 09:15 WIB
TERBARING DI PARKIRAN: Korban berinisial YN ditemukan terbaring di parkiran restoran cepat saji, Minggu (14/12). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
TERBARING DI PARKIRAN: Korban berinisial YN ditemukan terbaring di parkiran restoran cepat saji, Minggu (14/12). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
TERBARING DI PARKIRAN: Korban berinisial YN ditemukan terbaring di parkiran restoran cepat saji, Minggu (14/12). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
TERBARING DI PARKIRAN: Korban berinisial YN ditemukan terbaring di parkiran restoran cepat saji, Minggu (14/12). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Penemuan sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa di lorong parkiran salah satu restoran cepat saji di Kota Tarakan menggegerkan warga, Minggu (14/12).

Kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah korban terlihat terbaring cukup lama tanpa menunjukkan respons sejak siang hari.

Satreskrim Polres Tarakan langsung melakukan penanganan dan penyelidikan awal guna memastikan penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Ipda Eko Susilo menjelaskan, pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 18.00 Wita.

Setelah korban tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak selama beberapa jam.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, korban sudah terlihat berbaring di lorong parkiran sejak sekitar pukul 13.00 Wita. Hingga menjelang Maghrib, tidak ada respons saat dipanggil atau disahut,” ujar Eko.

Menurut keterangan polisi, kondisi tersebut memicu kecurigaan warga dan petugas parkir di lokasi.

Karena tidak berani menyentuh korban, petugas parkir kemudian menyampaikan kepada karyawan restoran untuk bersama-sama memastikan kondisi pria tersebut. Sebelum akhirnya melaporkannya ke pihak kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi korban ke rumah sakit guna dilakukan visum luar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

“Hasil visum luar sementara tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan. Namun, untuk penyebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan,” jelasnya.

Korban diketahui berinisial YN, berusia 45 tahun. Berdasarkan keterangan warga sekitar, almarhum kerap terlihat berada di kawasan tersebut maupun di beberapa titik lain di sekitar lokasi kejadian.

“Yang bersangkutan memang sering terlihat di sekitar wilayah itu. Masyarakat kemungkinan sudah cukup familiar melihat beliau,” tambah Eko.

Terkait dugaan kondisi kejiwaan korban, pihak kepolisian menegaskan tidak ingin berspekulasi.

Menurutnya, penentuan kondisi tersebut memerlukan konfirmasi langsung dari pihak keluarga.
“Kami tidak berani menyampaikan apakah almarhum termasuk ODGJ atau tidak. Itu perlu konfirmasi lebih lanjut kepada pihak keluarga,” tegasnya.

Saat ditemukan, korban diketahui tidak mengenakan baju, meski di sekitar lokasi terdapat pakaian miliknya.

Polisi menduga pakaian tersebut sengaja dilepas, namun hal itu masih menjadi bagian dari pendalaman.

“Kondisi almarhum memang tidak mengenakan baju, tetapi ada pakaian di sekitar. Kemungkinan tidak dipakai, namun ini masih kami dalami,” katanya.

Polisi juga telah melakukan pengecekan rekaman CCTV di area parkiran restoran. Dari hasil penelusuran, korban terlihat berada di sekitar area parkir sebelum akhirnya berpindah ke lokasi tempat ia ditemukan terbaring.

Namun, posisi terakhir korban tidak tersorot kamera secara langsung.

“Dari rekaman CCTV, tidak terlihat adanya korban terjatuh atau mengalami kejadian mencurigakan. Aktivitas korban tampak normal seperti kesehariannya,” jelas Eko.

Setelah proses visum luar selesai, pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan selanjutnya. Hingga kini, polisi belum memperoleh informasi detail terkait riwayat penyakit korban.

Karena keluarga inti belum sempat dimintai keterangan secara menyeluruh.

“Keluarga yang hadir semalam di rumah sakit adalah kerabat atau sepupu korban. Untuk riwayat penyakit, belum ada keterangan resmi dari keluarga,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#polres tarakan #ditemukan #meninggal