Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kabar Baik Petani Kaltara: NTUP Agustus 2025 Meningkat, Perkebunan Dominasi Peningkatan

Beraupost • Selasa, 23 September 2025 | 08:20 WIB
INDEKS HARGA: Pada Agustus 2025, untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian mengalami kenaikan 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (HRK)
INDEKS HARGA: Pada Agustus 2025, untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian mengalami kenaikan 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Kalimantan Utara pada Agustus 2025 tercatat 119,79, naik 0,33 persen dibanding bulan sebelumnya.

Peningkatan ini dipengaruhi naiknya indeks harga yang diterima petani (It), serta turunnya biaya produksi dan barang modal (BPPBM).

Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai menjelaskan, tren positif ini menunjukkan efisiensi usaha pertanian rumah tangga semakin baik.

"Dengan harga jual produk yang meningkat dan biaya produksi sedikit turun. Maka usaha tani lebih menguntungkan dibanding bulan sebelumnya," katanya, Minggu (21/9) lalu.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mencatat kenaikan tertinggi dengan NTUP mencapai 208,96 atau naik 1,83 persen. Tanaman Pangan juga ikut naik 0,24 persen.

Namun, tiga subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Hortikultura -1,12 persen, Peternakan -0,05 persen, dan Perikanan -0,27 persen.

Data ini kembali menunjukkan betapa dominannya subsektor perkebunan dalam menopang ekonomi pertanian di Kaltara. Sementara subsektor lain masih perlu didukung agar tidak semakin tertinggal.

Selain itu, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani Kaltara juga naik 0,32 persen.

Peningkatan paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,56 persen, menandakan adanya perbaikan daya konsumsi masyarakat perdesaan.

Jika dibandingkan provinsi lain di Kalimantan, seluruhnya mencatat kenaikan NTUP pada Agustus 2025.

"Peningkatan tertinggi terjadi di Kalimantan Timur sebesar 1,21 persen, disusul Kalimantan Selatan 1,12 persen, Kalimantan Utara 0,33 persen, Kalimantan Barat 0,18 persen, dan Kalimantan Tengah 0,06 persen," ungkapnya.

Capaian NTUP Kaltara ini menjadi sinyal positif bahwa kesejahteraan petani masih bergerak ke arah lebih baik.

Namun, pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian khusus pada subsektor hortikultura, peternakan, dan perikanan. Agar petani di sektor tersebut juga dapat merasakan manfaat yang sama. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Nilai Tukar Usaha Petani #pertanian #pemprov kaltara #Kaltara