Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sudah Pakai Deodoran Tapi Tetap Bau Badan? Ternyata Ini 5 Penyebab Rahasia yang Sering Diabaikan

Beraupost • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:05 WIB

Ilustrasi bau ketiak. (freepik.com)
Ilustrasi bau ketiak. (freepik.com)

BERAU POST– Masalah bau badan sering kali menjadi kendala bagi kepercayaan diri seseorang dalam berinteraksi sosial.

Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan tetap tercium aroma tidak sedap meski sudah rutin mengaplikasikan deodoran atau antiperspiran. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Berdasarkan tinjauan medis yang kerap dihimpun dari para pakar kesehatan, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa deodoran Anda mungkin gagal bekerja secara maksimal:

1. Perbedaan Antara Deodoran dan Antiperspiran

Banyak orang salah kaprah menganggap keduanya sama. Deodoran: Hanya berfungsi menutupi bau dengan wewangian dan membunuh bakteri.

Antiperspiran: Mengandung senyawa berbasis aluminium yang bertugas menyumbat saluran keringat untuk sementara.

Jika masalah utama Anda adalah produksi keringat berlebih (hiperhidrosis), penggunaan deodoran biasa tanpa kandungan antiperspiran tidak akan cukup untuk menahan aroma tak sedap.

2. Cara dan Waktu Aplikasi yang Salah

Banyak orang menggunakan produk sesaat sebelum beraktivitas atau saat ketiak sudah mulai berkeringat. Para ahli menyarankan penggunaan antiperspiran pada malam hari sebelum tidur.

Saat tubuh beristirahat, kelenjar keringat lebih tenang, sehingga formula produk dapat meresap dan bekerja lebih efektif menyumbat pori-pori untuk keesokan harinya.

3. Faktor Konsumsi Makanan

Apa yang Anda makan sangat memengaruhi aroma keringat. Konsumsi makanan dengan aroma tajam secara berlebihan dapat memicu bau badan yang menusuk, di antaranya:

- Bawang putih dan bawang bombay.

- Rempah-rempah tertentu (seperti kari).

- Daging merah dan alkohol.

4. Jenis Kain Pakaian

Penggunaan pakaian berbahan sintetis seperti poliester atau nilon dapat memerangkap keringat dan bakteri di kulit.

Hal ini membuat bakteri berkembang biak lebih cepat dan menghasilkan bau, meskipun Anda sudah memakai deodoran.

Disarankan untuk beralih ke bahan alami seperti katun atau serat bambu yang memiliki sirkulasi udara lebih baik.

5. Kondisi Medis Tertentu

Jika bau badan tetap membandel dan disertai keringat berlebih secara ekstrem, hal tersebut bisa menjadi indikasi kondisi medis seperti Trimethylaminuria (kelainan genetik yang membuat tubuh tidak bisa memecah senyawa tertentu) atau masalah pada fungsi hati dan ginjal.

Tips Tambahan: Pastikan area ketiak benar-benar kering sebelum mengaplikasikan produk. Kondisi kulit yang lembap dapat menghalangi penyerapan formula dan justru menjadi sarang bakteri.  

Editor : Nurismi
#ketiak bau #bau badan #deodorant