Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Hati-hati! Ini Alasan Kenapa Biji Apel Tidak Boleh Dimakan Berdasarkan Penelitian

Beraupost • Sabtu, 13 September 2025 | 09:40 WIB
Ilustrasi apel beserta biji. (Freepik)
Ilustrasi apel beserta biji. (Freepik)

BERAU POST - Apel dikenal sebagai camilan sehat dan bahan masakan yang bergizi.

Namun, biji apel sebaiknya tidak dimakan karena mengandung senyawa kimia yang dapat menghasilkan sianida, racun berbahaya bagi tubuh.

Menelan satu atau dua biji apel secara tidak sengaja atau meminum jus yang mengandung sedikit biji yang tergiling umumnya tidak menimbulkan masalah serius.

Tetapi, jika seseorang atau hewan menelan biji apel dalam jumlah besar, risiko keracunan dapat meningkat dan menimbulkan gejala berbahaya.

Melansir dari Medical News Today, biji dari buah lain seperti aprikot dan pir juga mengandung senyawa serupa. Buah-buahan tersebut tetap aman dikonsumsi selama biji atau intinya dihindari.

Proses Terbentuknya Sianida dari Biji Apel

Biji apel memang mengandung zat yang bisa berbahaya di dalamnya terdapat amygdalin.

Senyawa yang saat biji digigit atau dihancurkan akan bereaksi dengan enzim di lambung dan melepaskan hidrogen sianida. Senyawa ini dikenal sangat beracun.
 
Meski demikian, efek merugikan hanya mungkin terjadi jika seseorang menelan biji apel yang dihancurkan dalam jumlah besar, yang jarang terjadi.

Bagian daging apel yang kita makan tetap aman dan kaya antioksidan, vitamin, serta serat yang baik untuk kesehatan.

Sianida telah lama dikenal sebagai racun yang menghambat pasokan oksigen ke sel tubuh. Gejalanya dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah paparan.

Gejala awal meliputi pupil melebar, sakit kepala, pusing, dan kebingungan. Jika keracunan semakin parah, penderita bisa mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah rendah, kejang, koma, bahkan kematian

Takaran Bahaya Biji Apel

Mengunyah beberapa biji apel tidak akan langsung menimbulkan gejala. Namun, menelan atau meminum jus dengan biji yang banyak dan hancur dapat menyebabkan keracunan bila dosisnya tinggi.

Dosis mematikan sianida diperkirakan antara 50–300 miligram. Analisis penelitian tahun 2018 menyebutkan seseorang perlu mengonsumsi sekitar 83–500 biji untuk mengalami keracunan akut.

Namun, jumlah pastinya tergantung berat badan, toleransi, serta jenis dan kondisi biji apel.

Penelitian di Inggris tahun 2015 menemukan kadar amygdalin tertinggi pada apel Golden Delicious, Red Delicious, dan Royal Gala.

Sementara itu, Braeburn dan Egremont Russet memiliki kadar terendah. Meskipun begitu, disarankan tetap mengeluarkan biji sebelum memberikan apel pada anak-anak atau hewan peliharaan.

Kandungan Sianida dalam Jus Apel

Jus apel yang tidak mengandung biji yang tergiling aman dari sianida. Namun, jika jus atau smoothie dibuat dari apel utuh yang dihancurkan, kemungkinan mengandung amygdalin tetap ada.

Studi tahun 2018 di Amerika Serikat menemukan beberapa produk jus atau smoothie dengan apel utuh memiliki kadar sianida yang terdeteksi, sementara produk lain tidak.

Produk yang melalui proses pasteurisasi umumnya lebih aman karena pemanasan membuat sianida menguap dan kadarnya berkurang.

Penelitian 2015 pada jus apel komersial menemukan kandungan amygdalin sangat rendah, sekitar 0,01–0,007 miligram per milliliter, sehingga dianggap tidak membahayakan.

Namun, para peneliti tetap menyarankan mengeluarkan biji sebelum membuat jus.

Tanaman Lain yang Mengandung Sianida

Selain apel, banyak tanaman lain yang mengandung senyawa penghasil sianida. Studi terdahulu mengidentifikasi setidaknya 55 senyawa sianogenik pada lebih dari 2.650 jenis tanaman.

Apel berasal dari keluarga Rosaceae yang juga meliputi pir, aprikot, dan ceri. Semua buah tersebut aman dimakan selama bijinya tidak ikut dikonsumsi.

Beberapa kacang dari keluarga Rosaceae seperti almond dan biji rami juga mengandung amygdalin karena memang merupakan biji.

Kadar amygdalin berbeda tergantung spesies, misalnya almond pahit mengandung lebih banyak amygdalin dibanding almond manis yang biasa dijual.

Metode pengolahan turut memengaruhi kadar amygdalin. Seperti pada jus apel, pemanasan dapat mengurangi racun ini.

Studi tahun 2018 menunjukkan pasteurisasi susu almond mampu menurunkan kadar amygdalin hingga level yang sangat rendah. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#berbahaya #biji apel #sianida