BERAU POST - Olahraga memang penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
Tapi, pernahkah kamu mengalami cedera saat berolahraga, seperti nyeri di lutut atau otot pegal yang tak kunjung hilang? Niat baik untuk sehat malah kadang berakhir dengan rasa sakit.
Berdasarkan artikel dari fisioterapi.esaunggul.ac.id, cedera olahraga bisa terjadi karena kecelakaan atau gerakan yang salah.
Nah, kalau sudah terlanjur cedera, coba terapkan metode RICE: rest (istirahatkan bagian yang cedera), ice (kompres pakai es), compression (tekan area cedera dengan perban elastis), dan elevation (angkat bagian yang cedera lebih tinggi dari jantung).
Akan tetapi, kalau kondisi tidak kunjung membaik, sebaiknya segera datangi fisioterapis arau klinik terdekat.
Menurut GoodDoctor, anak-anak memang punya risiko tinggi, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Jadi, cedera olahraga bisa menimpa siapa saja.
Kabar baiknya, sebagian besar cedera ini bisa dicegah dengan mudah. Pemanasan yang benar sebelum berolahraga adalah kunci untuk mengurangi risiko cedera.
Berikut ini adalah jenis-jenis cedera olahraga yang paling sering terjadi dan harus Anda ketahui.
1. Cedera Bahu
Cedera bahu terjadi ketika sendi bahu bergerak secara berlebihan, yang bisa menyebabkan robek atau bengkak.
Biasanya, cedera ini sering dialami oleh atlet yang melakukan gerakan berulang pada bahu, seperti perenang, pemain tenis, dan pegolf.
Untuk mencegah cedera bahu, Anda bisa melakukan latihan penguatan otot dan fleksibilitas secara rutin pada bahu, punggung atas, dan otot inti tubuh.
2. Cedera Hamstring
Jika Anda merasakan nyeri seperti otot ditarik di bagian belakang paha, kemungkinan besar Anda mengalami cedera hamstring.
Hamstring terdiri dari empat otot yang terletak di sepanjang bagian belakang paha.
Cedera ini bisa terjadi pada siapa saja dan biasanya disebabkan oleh kurangnya pemanasan, otot yang kelelahan, atau gerakan yang tiba-tiba.
Untuk mengatasi cedera hamstring, kompres dengan es dan beristirahatlah selama beberapa saat.
3. Cedera Pergelangan Kaki
Cedera pergelangan kaki adalah salah satu cedera yang paling umum terjadi, terutama saat berolahraga seperti jogging, latihan peregangan, atau melompat.
Cedera ini biasanya disebabkan oleh robekan pada ligamen, tendon, atau otot di pergelangan kaki. Untuk mencegah terkilir, Anda bisa melakukan latihan fleksibilitas dan keseimbangan secara rutin.
4. Cedera Tulang Kering
Cedera tulang kering sering terjadi akibat peradangan pada otot, biasanya karena peningkatan intensitas aktivitas fisik secara mendadak.
Kondisi ini umum terjadi saat berolahraga lari, basket, atau sepak bola. Gejala cedera tulang kering ditandai dengan nyeri pada bagian tulang kering dan otot sekitarnya.
Untuk mengatasi rasa nyeri ini, Anda bisa mengompres dengan es dan mengonsumsi obat pereda nyeri.
5. Cedera Lutut
Cedera lutut adalah salah satu cedera yang paling sering terjadi pada olahraga yang mengandalkan lutut, seperti lari, sepak bola, dan voli.
Cedera ini bisa sangat menyakitkan dan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa.
Jika Anda mengalami cedera lutut, segera kompres dengan es dan hindari aktivitas berat agar proses penyembuhan lebih cepat.
6. Cedera Tendon Achilles
Cedera tendon Achilles biasanya terjadi pada tendon yang menghubungkan tumit dengan betis. Olahraga seperti sepak bola, basket, voli, dan lari dapat meningkatkan risiko cedera ini.
Anda akan merasakan nyeri pada tumit atau betis akibat robeknya tendon. Umumnya, cedera tendon Achilles dapat pulih dengan sendirinya setelah Anda mengistirahatkan kaki dan mengompresnya dengan es.
Jika Anda tidak bisa berjalan atau berdiri dengan baik karena nyeri, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
7. Cedera Pinggang
Cedera pinggang adalah kondisi di mana bagian pinggang atau punggung bawah terasa nyeri.
Biasanya, ini disebabkan oleh otot yang tegang, robek, atau saraf terjepit.
Olahraga yang berisiko tinggi menyebabkan cedera pinggang termasuk golf, bersepeda, dan mengangkat beban.
Untuk mencegah cedera ini, lakukan peregangan dan penguatan otot tulang belakang secara rutin. (jpg/smi)