BERAU POST - Metode olahraga sederhana dari Jepang , Japanese walking, kembali mencuri perhatian karena diklaim bisa memperpanjang usia.
Menariknya, metode ini tak menguras waktu berolahraga yang lama, hanya membutuhkan waktu 30 menit per hari.
Dilansir dari Fox News, Japanese walking adalah teknik berjalan kaki dengan pola interval, yaitu tiga menit jalan cepat lalu diikuti tiga menit jalan lambat, dilakukan berulang selama total 30 menit.
Metode ini sebenarnya sudah diteliti sejak beberapa dekade lalu oleh para ilmuwan Jepang.
Penelitian tersebut menemukan bahwa jalan kaki dengan intensitas sedang dan ritme bergantian dapat membantu melawan efek penuaan.
Beberapa manfaatnya termasuk menurunkan tekanan darah, menjaga kekuatan otot paha, dan mempertahankan kemampuan fisik seiring bertambahnya usia.
Dokter Alexa Mieses Malchuk, dokter layanan primer di Chapel Hill, North Carolina, menyebut metode ini lebih ringan dibanding high-intensity interval training (HIIT).
Yang dapat terlalu berat bagi sebagian orang, terutama yang daya tahan tubuhnya rendah atau gangguan mobilitas.
“Latihan seperti HIIT memang efektif, tetapi tidak semua orang mampu melakukannya. Japanese walking adalah alternatif yang aman, nyaman, dan lebih mudah diikuti,” ujar dr. Malchuk kepada Fox News.
Sementara itu, pakar kebugaran asal Miami, Jillian Michaels, menambahkan bahwa berjalan kaki selama 150 menit per minggu yang dapat dicapai dengan melakukan Japanese walking lima kali seminggu, berpotensi memperpanjang usia.
“Langkah kecil seperti itu dapat berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang,” kata Michaels.
Latihan ini juga memiliki kesamaan dengan metode Zone 2 training yang melibatkan aktivitas fisik pada 60 persen hingga 70 persen detak jantung maksimal.
Keduanya bertujuan menjaga kebugaran secara efisien dengan tekanan fisik yang minim.
Selain itu, tinjauan ilmiah terbaru yang diterbitkan di jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism (2024) menyimpulkan bahwa interval walking training (IWT) bermanfaat bagi orang dewasa paruh baya dan lansia, termasuk mereka yang mengidap penyakit metabolik.
Dengan hanya berjalan selama 30 menit sehari secara teratur, tubuh bisa tetap sehat dan umur bisa lebih panjang. Kuncinya adalah konsistensi dan memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh.
“Tak masalah apakah Anda memilih HIIT, Japanese walking, atau bentuk olahraga lainnya. Yang terpenting ialah memilih aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan tubuh Anda, terasa nyaman, dan aman untuk dilakukan secara konsisten,” tutup dr. Malchuk. (jpg/smi)
Editor : Nurismi