BERAU POST - Tak kalah cantik, Batik khas Kabupaten Berau juga memiliki motif yang khas penuh dengan sarat akan makna dan kekayaan budaya masyarakat Bumi Batiwakkal.
Batik Berau merupakan salah satu kekayaan budaya daerah yang mengangkat nilai-nilai sejarah, alam, dan tradisi masyarakat pesisir serta suku-suku lokal di wilayah tersebut.
Pemilik Toko Mosho Batik Berau sekaligus pengrajin batik, Mochamad Shodik menerangkan bahwa batik Berau merupakan salah satu bentuk perkembangan budaya lokal di Kalimantan Timur.
Batik khas Berau ini pun terbilang baru jika dibandingkan dengan batik dari Pulau Jawa. Namun, kehadirannya menjadi simbol penting dalam melestarikan kearifan lokal masyarakat Berau.
"Asal mula batik Berau tidak terlepas dari kekayaan hayati dan budaya yang dimiliki daerah ini. Kabupaten Berau terkenal dengan pesona wisata bahari seperti Pulau Derawan, serta keberagaman budaya suku-suku asli seperti Dayak dan Banua dan masyarakat Berau menyadari potensi tersebut, maka mulai menggambarkan keunikan lokal itu dalam bentuk motif-motif batik," kata Shodik saat ditemui Berau Post, di Toko Mosho Batik, Tanjung Redeb, Selasa (15/7).
Lantas seperti apa Batik Berau? Berikut adalah ciri khas utamanya yang membedakannya dari batik daerah lain di Indonesia:
1. Motif Terinspirasi Alam dan Laut
Salah satu kekhasan utama batik Berau terletak pada motif-motifnya yang menggambarkan kekayaan laut dan alam tropis.
Mengingat Berau merupakan daerah pesisir dan dekat dengan Kepulauan Derawan, maka banyak motif batik yang menggambarkan flora-fauna laut, antara lain utamanya seperti penyu hijau di mana merupakan simbol konservasi di Pulau Derawan.
Kemudian, ikan pari manta, yang mana merupakan ikon wisata bawah laut Berau. Selain itu, juga ada motif terumbu karang dan ubur ubur, simbol dari banyaknya tepian pantai di Berau.
"Karena biasanya kalau di tepian atau pinggiran pantai di Berau itu banyak terumbu karang atau ubur-ubur, maka batik khas Berau biasanya ada motif-motif tersebut. Tapi yang paling ciri khas di batik Berau ya ada motif penyunya," jelasnya.
Kendati begitu, Shodik mengatakan bahwa motif-motif tersebut tidak hanya estetis, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pelestarian alam laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Berau.
2. Warna yang Khas dan Cerah
Batik Berau umumnya menggunakan warna-warna cerah dan kontras, seperti biru laut, hijau toska, merah marun, serta kuning keemasan.
Shodik menjelaskan bahwa warna-warna ini mencerminkan keindahan terumbu karang dan laut Berau.
Selain itu, juga mencerminkan adanya semangat hidup dan kebanggaan masyarakat lokal, hingga nuansa eksotis dan tropis khas Kalimantan Timur.
"Beberapa pengrajin juga menggunakan pewarna alami dari tumbuhan lokal, sehingga hasil akhirnya tampak lebih lembut dan bertekstur tradisional," jelasnya.
3. Teknik Kombinasi Tulis dan Cap
Batik Berau dibuat menggunakan gabungan teknik batik tulis dan cap, sehingga desainnya bisa tetap rumit namun efisien dalam proses produksi.
Shodik bilang, beberapa pengrajin masih mempertahankan teknik tradisional sepenuhnya, terutama untuk koleksi eksklusif atau edisi khusus budaya.
"Tapi di Batik Mosho ini, masih banyak pelanggan yang request orderan batik tulis karena hasilnya lebih bagus, dan elegan, tapi tentunya harga lebih mahal karena effort nya cukup besar dan memakan waktu," kata dia.
4. Makna Filosofis di Setiap Motif
Shodik menuturkan bahwa setiap motif batik Berau biasanya mengandung makna tertentu.
Seperti, motif penyu melambangkan ketahanan dan keberlanjutan, lalu motif pari manta menyimbolkan kebebasan dan kekuatan laut, sedangkan motif flora endemik menandakan kesuburan dan kehidupan.
"Makna filosofis ini menjadikan batik Berau bukan hanya sebagai pakaian, tetapi juga identitas budaya dan penyampai pesan kearifan lokal," terangnya.
5. Perpaduan Budaya Dayak dan Kesultanan Berau
Berau merupakan daerah yang memiliki dua kekuatan budaya besar, suku Dayak sebagai penduduk asli, dan Kesultanan Berau sebagai warisan kerajaan Islam.
Shodik menyebutkan bahwa ciri khas batik Berau juga terlihat dari kombinasi dua unsur tersebut.
Seperti motif Dayak di mana pola geometris, simbol alam, dan makhluk mitologi Dayak. Kemudian, motif Kesultanan, yang mana terdapat ukiran istana, mahkota, dan ornamen khas kerajaan.
"Sehingga perpaduan ini menciptakan batik yang unik secara visual dan kaya akan nilai filosofis," tandasnya.
Batik Berau adalah cerminan dari identitas masyarakat Kalimantan Timur yang hidup berdampingan dengan alam, menjunjung tinggi warisan budaya, serta tetap kreatif dan adaptif dalam menyampaikan nilai-nilai lokal melalui media kain.
Dengan keunikan motif, warna, dan maknanya, batik ini layak dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekayaan batik nusantara yang membanggakan. (nad/smi)
Editor : Nurismi