BERAU POST - Perawatan kecantikan untuk mata terus berkembang, dan salah satu yang kini populer di kalangan wanita adalah lash lift.
Banyak yang menyukainya karena mampu memberikan tampilan bulu mata yang lentik alami tanpa bantuan maskara atau penjepit bulu mata, tahan lama serta minim perawatan harian.
Apa Itu Lash Lift?
Lash lift adalah prosedur kecantikan non-bedah yang bertujuan melentikkan bulu mata alami tanpa bantuan penjepit atau ekstensi (sambungan) bulu mata.
Proses ini menggunakan larutan kimia khusus untuk membentuk dan mempertahankan lengkungan bulu mata dari akar hingga ujung.
Sehingga hasilnya bulu mata akan terlihat lebih panjang, lebih tebal, dan lebih terangkat ke atas.
Pemilik Glam Eyelash Berau, Grace Selin mengatakan bahwa treatment ini biasanya berlangsung sekitar 45–60 menit, dan hasilnya bisa bertahan antara 6 hingga 8 minggu, tergantung siklus tumbuh bulu mata masing-masing orang.
Namun, ia mengakui sebagian orang mengeluhkan bulu mata mereka menjadi lebih tipis, rapuh, bahkan rontok setelah prosedur ini.
Lalu, mengapa lash lift bisa menyebabkan bulu mata rontok? Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
1. Paparan Bahan Kimia Pelentik
Prosedur lash lift menggunakan bahan kimia untuk melentikkan bulu mata, mirip seperti bahan untuk meluruskan atau mengeriting rambut.
Grace menuturkan, apabila bahan ini terlalu kuat atau digunakan terlalu lama, maka dapat melemahkan struktur batang bulu mata, membuat bulu mata menjadi kering, rapuh, dan mudah patah, hingga merusak folikel (akar) bulu mata.
"Untuk itu, saya kalau menggunakan bahan kimia untuk pelentik nya tidak banyak-banyak, sesuai dengan kebutuhannya saja. Dan saya selalu merekomendasikan untuk lakukan re-touch setiap dua minggu sekali agar bulu mata asli tetap terawat," kata dia kepada Berau Post, saat ditemui di studio Glam Eyelash Berau, Tanjung Redeb, Senin (14/7).
2. Proses Aplikasi yang Tidak Tepat
Lash lift harus dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman. Grace menuturkan, jika proses aplikasinya tidak benar, maka risiko kerontokan akan lebih tinggi.
Ia menyebutkan, beberapa kesalahan umum dalam proses aplikasi lash lift yang tidak benar yaitu, cairan kimia menyentuh kulit kelopak mata atau akar bulu mata.
Penekanan atau penjepitan yang terlalu keras saat membentuk bulu mata, penggunaan alat yang tidak steril atau terlalu panas, dan kesalahan teknis ini bisa menyebabkan iritasi pada folikel rambut, sehingga bulu mata mudah lepas dari akarnya.
"Makannya saya selalu menasehati pelanggan saya untuk selalu hati-hati dalam memilih teknisi yang memasang lash lift ke mereka, kalau di kami sudah mempunyai sertifikat kursus," imbuhnya.
3. Reaksi Alergi atau Sensitivitas Kulit
Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas kulit yang berbeda. Kandungan dalam produk lash lift, seperti ammonium thioglycolate atau formaldehyde, bisa memicu reaksi alergi, seperti gatal dan kemerahan, peradangan di area mata, bulu mata rontok akibat inflamasi di folikel.
"Jadi kalau kulit atau mata sudah menunjukkan gejala iritasi ringan, sebaiknya hentikan prosedur dan konsultasikan ke dokter si kak, aku selalu menyarankannya kaya gitu ke pelanggan aku," jelasnya.
4. Kurangnya Perawatan Setelah Lash Lift
Setelah lash lift, bulu mata membutuhkan waktu untuk pulih dan tetap harus dirawat. Tanpa perawatan yang tepat, bulu mata akan cepat kering dan patah. Contohnya, terpapar air panas, uap, atau minyak.
Kemudian, tidak menyisir bulu mata secara rutin, menggosok mata terlalu sering, dan tidur dengan wajah tertindih bantal.
"Kebiasaan-kebiasaan ini yang bisa mempercepat kerusakan bulu mata dan menyebabkan rontok.Intinya baik menggunakan lash lift atau eyelash itu harus sering di rawat, jangan gegabah, dan kalau dirasa gatal jangan diusap, cukup dipejamkan saja matanya kak," kata dia.
5. Lash Lift Dilakukan Terlalu Sering
Lash lift sebaiknya tidak dilakukan lebih dari 1 kali dalam 6–8 minggu. Melakukan prosedur ini terlalu sering tanpa memberi waktu istirahat pada bulu mata alami dapat menghambat pertumbuhan dan membuat bulu mata menjadi tipis dan mudah lepas.
Lash lift sebenarnya aman jika dilakukan dengan benar dan tidak terlalu sering. Namun, penggunaan bahan kimia, teknik yang salah, reaksi alergi, serta kurangnya perawatan setelah prosedur dapat menyebabkan kerusakan hingga kerontokan bulu mata.
Jika kamu mengalami bulu mata rontok setelah lash lift, sebaiknya hentikan dulu prosedur lash lift sementara, gunakan serum penumbuh dan pelembap bulu mata, atau konsultasikan ke dokter jika kerontokan tidak kunjung berhenti.
Merawat kesehatan bulu mata sama pentingnya dengan merawat rambut. Pastikan kamu mempercayakan prosedur lash lift hanya kepada terapis profesional yang bersertifikat. (nad/smi)
Editor : Nurismi