Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Anggap Remeh! 7 Sinyal Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Terabaikan

Beraupost • Rabu, 30 April 2025 | 12:40 WIB
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Freepik)
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Freepik)

BerauPost Gangguan pendengaran dapat muncul secara perlahan dan tersembunyi sehingga sering tidak disadari hingga kondisinya memburuk.

Gangguan pendengaran merupakan kondisi berkurangnya kemampuan telinga dalam menerima dan memproses suara.

Menurut Leslie Soiles, kepala audiologist dari HearingLife, gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat mempercepat penurunan fungsi otak.

Mengetahui gejala awal gangguan pendengaran dapat membantu memperoleh penanganan tepat sebelum kondisi menjadi lebih serius.

Berikut 7 tanda awal gangguan pendengaran yang sering tidak disadari dan wajib diwaspadai sejak dini dilansir dari laman Huffpost.

1. Perasaan Penuh di Telinga

Kondisi ini bisa terasa seperti tekanan atau sumbatan, biasanya terjadi di satu atau kedua telinga. Gejala ini sering disertai sensasi pusing atau ketidakseimbangan.

Penyebabnya dapat berupa infeksi telinga bagian dalam, cairan berlebih, atau gangguan vestibular. Pemeriksaan awal penting untuk mencegah risiko komplikasi neurologis.

2. Meminta Orang Mengulang Ucapan

Sering kali orang tidak sadar bahwa frekuensi meminta pengulangan meningkat. Hal ini menandakan suara tertentu tidak tertangkap secara jelas oleh telinga.

Ketidakmampuan memproses suara dengan lengkap menyebabkan kesulitan komunikasi. Kondisi ini perlu segera diuji melalui pemeriksaan audiometri.

3. Kelelahan Setelah Berinteraksi Sosial

Otak bekerja lebih keras ketika telinga tidak menangkap suara dengan baik. Upaya memahami percakapan membutuhkan energi ekstra dan menguras fokus.

Hal ini dapat menyebabkan rasa lelah berlebihan setelah pertemuan sosial. Evaluasi fungsi pendengaran dapat membantu mengurangi beban tersebut.

4. Tinnitus Terus-Menerus

Tinnitus adalah bunyi dengung atau dering di telinga tanpa sumber suara eksternal. Gejala ini bisa berlangsung beberapa minggu hingga bulan tanpa henti.

Tinnitus sering menjadi penanda adanya gangguan pendengaran yang tersembunyi. Terapi suara dan alat bantu dengar dapat digunakan dalam rencana perawatannya.

5. Pendengaran Menurun Tiba-Tiba di Satu Telinga

Kehilangan pendengaran mendadak dapat terjadi dalam hitungan jam. Kondisi ini memerlukan penanganan dalam waktu maksimal 72 jam.

Jika tertunda, risiko kehilangan permanen semakin besar. Penanganan awal meliputi pemberian steroid dan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT.

6. Volume TV atau Ponsel Terlalu Keras

Kebiasaan menaikkan volume perangkat audio lebih dari tingkat normal menunjukkan adanya penurunan sensitivitas suara. Orang di sekitar biasanya merasa volume tersebut terlalu keras.

Hal ini menandakan bahwa telinga tidak mampu menangkap suara penting pada frekuensi percakapan. Alat bantu dengar dapat menjadi solusi jika dibutuhkan.

7. Sulit Fokus di Lingkungan Bising

Latar suara seperti di restoran atau rapat membuat fokus terhadap pembicaraan menjadi berat. Penurunan kemampuan menyaring suara penting dari kebisingan latar merupakan gejala awal.

Hal ini menyebabkan respons lambat dan kesalahpahaman saat berinteraksi. Pemeriksaan fungsi pendengaran sangat disarankan dalam kondisi ini.

Mengabaikan gejala awal gangguan pendengaran dapat memperburuk kondisi dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan secara fisik maupun sosial. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#gangguan pendengaran #telinga #risiko