Disbudpar Berau Satukan Event Budaya Dua Kesultanan, Bidik Masuk Agenda Kharisma Event Nusantara!

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 17:25 WIB
ILUSTRASI: Disbudpar mendorong konsep terpadu event budaya dua kesultanan untuk memperkuat daya tarik wisata dan menargetkan agenda nasional. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Disbudpar mendorong konsep terpadu event budaya dua kesultanan untuk memperkuat daya tarik wisata dan menargetkan agenda nasional. (IZZA/BP)

BERAU POST — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mendorong menyatukan agenda Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung dalam satu rangkaian kegiatan, untuk melahirkan event budaya yang memiliki karakter dan daya tarik wisata yang lebih kuat.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan, gagasan tersebut tengah didorong sebagai bagian dari upaya membangun kegiatan budaya yang tidak berdiri sendiri.

Setiap kesultanan nantinya tetap dapat mempertahankan ciri khasnya, tetapi seluruh agenda disusun dalam satu konsep dan kalender kegiatan yang saling berkaitan.

Salah satunya pada momentum hari jadi Kabupaten Berau menjadi kesempatan untuk menyampaikan gagasan tersebut.

Ia berharap kedua kesultanan dapat menyepakati bentuk kegiatan yang bisa dikembangkan bersama, sehingga tidak berjalan secara terpisah.

“Yang paling penting sekarang adalah kesepakatan dulu tentang apa yang mau kita tampilkan. Setelah konsepnya jelas, baru kita dorong bersama melalui kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Konsep yang disiapkan tidak berarti seluruh kegiatan harus digabung dalam satu lokasi maupun waktu yang sama.

Agenda dari Kesultanan Gunung Tabur dapat menampilkan kekuatan budaya yang dimilikinya, sementara Kesultanan Sambaliung mengembangkan atraksi sesuai karakter dan sejarah wilayahnya. Kegiatan lain juga bisa disertakan sebagai rangkaian acara agar lebih luas dan meriah.

Dengan begitu, rangkaian kegiatan budaya diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Jika dikemas dengan lebih terencana diharapkan setiap kegiatan saling berkesinambungan, mudah dikenali, sekaligus dapat menjadi bagian dari kalender pariwisata daerah.

Adapun upaya membangun event yang kuat membutuhkan proses panjang. Sebuah kegiatan tidak cukup jika hanya dilaksanakan satu kali, perlu konsistensi agar memiliki identitas yang semakin jelas dari tahun ke tahun.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah pola pengelolaan kegiatan. Menurutnya, pengembangan event dengan skala yang lebih besar tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Keterlibatan komunitas, pelaku budaya, pelaku pariwisata, serta tenaga profesional diperlukan mulai dari tahap penyusunan konsep hingga pelaksanaan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan OPD saja. Tapi juga harus ada kolaborasi dan bantuan secara profesional,” terangnya.

Ia menyebut keterlibatan tenaga pendukung seperti koreografer dan pendamping kegiatan juga diperlukan untuk memperkuat kualitas pertunjukan.

Dengan persiapan yang lebih matang, unsur budaya yang ditampilkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi memiliki keterkaitan dengan sejarah dan karakter daerah.

Rencana tersebut sekaligus diarahkan untuk membuka peluang bagi event budaya Berau masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN).

Namun, persyaratan untuk dalam agenda KEN memiliki persyaratan dan standar yang telah ditetapkan. Karena itu, ke depan konsep harus lebih dimatangkan sekaligus untuk penguatan event.

Sebelumnya, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, turut mendorong pengembangan kegiatan budaya daerah agar dikelola secara berkelanjutan dan memiliki daya tarik yang lebih luas.

Apalagi kegiatan budaya tentunya memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan masyarakat.

Ia menilai pengembangan event budaya juga perlu dilakukan secara konsisten agar memiliki karakter yang kuat dan dapat dikenal lebih luas. Karena itu, kolaborasi sangat penting dalam pengembangan kegiatan.

“Kalau ingin masuk KEN, maka konsistensi menjadi kunci utama. Kualitas penyelenggaraannya juga perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Apabila event budaya daerah mampu dikemas secara konsisten dan memenuhi standar yang ditetapkan, peluang untuk dipromosikan dalam skala nasional dapat semakin terbuka.

Pengembangan event pun tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang mampu menarik kunjungan wisatawan berpotensi mendorong pergerakan ekonomi di sekitar lokasi pelaksanaan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk membangun konsep kegiatan secara bersama dan menjaga keberlangsungannya dari tahun ke tahun. (aja/sam)

Editor : Nurismi
event kesultanan Kalender Event Nasional Disbudpar Berau