Video Kondisi Jembatan Sei Bataan Teluk Sumbang Viral DPUPR Berau Pastikan Struktur Utama Masih Aman

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:30 WIB
BUKAN STRUKTUR UTAMA: Keretakan bagian bawah Jembatan Sei Bataan yang dikhawatirkan masyarakat dipastikan bukan merupakan struktur utama, melainkan struktur tambahan seperti yang terlihat saat pengerjaan bagian beton tidak menyatu dan hanya diisi oleh tanah. (SENO/BP)
BUKAN STRUKTUR UTAMA: Keretakan bagian bawah Jembatan Sei Bataan yang dikhawatirkan masyarakat dipastikan bukan merupakan struktur utama, melainkan struktur tambahan seperti yang terlihat saat pengerjaan bagian beton tidak menyatu dan hanya diisi oleh tanah. (SENO/BP)

BERAU POST - Video yang memperlihatkan kondisi Jembatan Sei Bataan, Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, ramai beredar di masyarakat.

Dalam video tersebut, terlihat bagian konstruksi jembatan mengalami retakan serta terdapat celah pada bagian bawah yang kemudian menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi struktur jembatan.

Merespons hal ini, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Beny Sepriady Panjaitan, mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan melakukan pengamatan awal berdasarkan video yang beredar.

“Secara visual, sejauh ini masih aman,” ujarnya Jumat (25/9).

Menurut Beny, bagian yang terlihat mengalami retakan pada video berada di bagian luar konstruksi. Sementara bagian primer dari konstruksi box yang menjadi struktur utama disebut tidak menunjukkan keretakan.

“Retakan terlihat pada bagian luar, bukan struktur primer,” jelasnya.

Begitu pula dengan bagian bawah jembatan yang terlihat seperti memiliki celah cukup besar. Beny menjelaskan, bagian tersebut bukan merupakan konstruksi utama jembatan, melainkan konstruksi tambahan yang dibuat untuk menutupi susunan pancang pada abutmen.

Ia menerangkan, pada kondisi normal, pancang-pancang abutmen sebenarnya dapat dibiarkan terekspos. Namun konstruksi tambahan berupa box dibuat untuk memberikan nilai estetis sekaligus, mengantisipasi sampah yang terbawa arus ketika air pasang.

“Box tersebut mengelilingi pancang agar lebih rapi dan menghindari sampah tersangkut,” terangnya.

Berdasarkan pengamatan terhadap video, Beny menyebut struktur utama abutmen yang terdiri atas pile cap yang diperkuat bracing, pier, hingga head pier belum menunjukkan adanya kerusakan.

Meski demikian, pihaknya tidak mengabaikan informasi yang disampaikan masyarakat. DPUPR Berau akan menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan secara langsung dan memastikan kondisi konstruksi jembatan secara menyeluruh.

Salah satu bagian yang akan diperiksa adalah box beton yang terlihat mengalami retakan. Pemeriksaan nantinya dilakukan dengan mengupas sebagian bagian tersebut untuk melihat kondisi rangka utama di dalamnya.

“Kalau rangka utamanya tidak mengalami kerusakan, akan kami lakukan pelapisan menggunakan semen mutu tinggi,” katanya.

Beny menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah. Informasi itu dinilai penting, sebagai bahan untuk memastikan infrastruktur yang digunakan masyarakat tetap dalam kondisi aman. “Kami berterima kasih atas informasi masyarakat,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik atau khawatir berlebihan terhadap kondisi Jembatan Sei Bataan. Namun, pemeriksaan langsung tetap akan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat persoalan pada struktur utama maupun bagian pendukung jembatan.

“Kami segera menerjunkan tim ke lapangan untuk pengecekan,” tandasnya.

Sebelumnya, ramai beredar video yang memperlihatkan kondisi Jembatan Sei Bataan yang diduga mengalami kerusakan.

Seseorang masyarakat yang membagikan video memperlihatkan keretakan dan celah besar yang timbul pada bagian bawah jembatan.

“Jembatan Teluk Sumbang (Sei Bataan, red) rawan, pondasinya patah,” ucap seseorang dalam video yang beredar.

Setelah memperlihatkan keretakan, warga berjalan di sebuah terowongan yang diketahui merupakan bagian jembatan yang berfungsi untuk memecah jalur air.

Box tersebut dibangun agar ketika kondisi air pasang, hantaman air tidak menyebabkan erosi berdampak pada jembatan.

“Ini sudah patah, jauh (celah besar, red),” ujarnya sambil memperlihatkan bagian yang memiliki celah terbesar. (sen/sam)

Editor : Nurismi
jembatan DPUPR Berau