Dorong Promosi Budaya Wabup Gamalis Ajak Hotel di Berau Jadikan Ancur Paddas Menu Sarapan Tamu

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:10 WIB
HIDANGAN LOKAL: Kuliner khas Berau didorong hadir di hotel, termasuk ancur paddas sebagai salah satu pilihan menu sarapan. (IZZA/BP)
HIDANGAN LOKAL: Kuliner khas Berau didorong hadir di hotel, termasuk ancur paddas sebagai salah satu pilihan menu sarapan. (IZZA/BP)
BERAU POST - Hotel-hotel di Berau didorong mempertimbangkan ancur paddas sebagai salah satu menu sarapan. Upaya itu dinilai dapat membantu memperluas pengenalan kuliner khas Berau kepada tamu yang datang dari luar daerah.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, ancur paddas dan puncak rasul bukan sekadar makanan khas daerah, tetapi bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda, pendatang, hingga wisatawan yang datang ke Berau.
Menurutnya, penyajian kuliner lokal di berbagai tempat, termasuk fasilitas akomodasi dapat menjadi bagian dari promosi kebudayaan Berau.
Karena itu, pelestarian makanan tradisional tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan lomba, tetapi perlu dilanjutkan dengan pengembangan dan pemanfaatan yang lebih luas.
“Saya sangat ingin tamu-tamu yang datang ke Berau dijamu dengan makanan khas yang kita miliki,” ujarnya, saat membuka Lomba Ancur Paddas, Puncak Rasul, dan Festival Jajanan Kue Tradisional yang digelar di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb, Rabu (23/9).
Penyajian kuliner lokal di berbagai tempat, dapat membantu memperluas pengenalan makanan khas Berau kepada orang yang datang dari luar daerah.
Gamalis juga mendorong agar ancur paddas dan makanan khas Berau lainnya dapat dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.
“Dengan begitu, kuliner tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat membuka peluang kesejahteraan bagi pelaku usaha,” harapnya.
Ia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengambil peran dalam mendorong pengembangan kuliner khas tersebut.
Ia juga mengajak para content creator atau pembuat konten untuk ikut memperkenalkan kuliner tradisional Berau melalui konten-konten kreatif.
Promosi melalui media digital dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai makanan khas daerah, sekaligus mendorong generasi muda ikut terlibat dalam pelestarian budaya.
Ancur paddas juga biasanya lebih sering disajikan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat seperti pelatihan, bimbingan teknis, dan pembukaan kegiatan.
Sementara, puncak rasul dapat dikembangkan melalui keterlibatan kelompok ibu-ibu, terutama pada momentum bulan Maulid.
Lanjutnya, pengembangan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia berharap kuliner khas Berau dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat dan berkembang menjadi produk yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.
Dukungan yang sama juga diutarajan Ketua DPRD Berau, Dedy Okto. Diharapkannya kuliner khas daerah agar semakin dikenal masyarakat luas. “Ini merupakan bagian dari kekayaan daerah yang perlu kita jaga,” katanya.
Kuliner khas Berau menurutnya memiliki potensi untuk dikembangkan, sehingga tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap berbagai pihak dapat ikut mengambil peran dalam memperkenalkan kuliner khas Berau, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan semakin dikenal oleh masyarakat maupun pendatang. (aja/sam)
Editor : Nurismi
ancur paddas Adat pemkab berau sarapan