BERAU POST – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengingatkan pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak bencana di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, dapat dilaksanakan dengan baik. Ia menekankan pentingnya kualitas bangunan agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
"Rumah ini diperuntukkan bagi warga yang sudah terdampak musibah. Mereka berhak mendapatkan hunian yang layak dan aman," ujar Elita kemarin (21/9).
Selain kualitas, Elita juga menyoroti ketepatan waktu pengerjaan. Menurutnya, pekerjaan harus dijalankan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Hal ini sangat krusial agar pada akhir tahun nanti rumah-rumah tersebut sudah dapat dipergunakan warga yang membutuhkan.
"Target waktu harus dikawal ketat. Jangan sampai ada keterlambatan yang membuat warga harus menunggu lebih lama lagi," tegasnya.
Pembangunan rumah relokasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Kampung Long Ayap yang terdampak bencana.
Dengan adanya hunian baru ini, diharapkan masyarakat dapat kembali menata kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman.
Elita juga mengajak seluruh pihak terkait termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan.
"Pengawasan bersama sangat penting agar hasil akhirnya maksimal dan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menargetkan pembangunan sebanyak 37 unit rumah tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Mulyadi, mengatakan progres pembangunan rumah relokasi saat ini telah mencapai sekitar 45 persen.
“Pembangunan relokasi itu sudah berjalan di Long Ayap Segah, sekitar 45 persen,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat yang terdampak peristiwa sebelumnya di Kampung Long Ayap. Dengan tersedianya rumah relokasi, masyarakat diharapkan dapat kembali memiliki tempat tinggal yang memadai.
Total terdapat 37 unit rumah yang dibangun dalam program tersebut. Setiap unit rumah memiliki nilai pembangunan sekitar Rp150 juta. Jika dihitung secara keseluruhan, anggaran pembangunan mencapai kurang lebih Rp 5 miliar.
Mulyadi mengatakan pihaknya terus mendorong agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga seluruh rumah dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang menjadi sasaran program relokasi. “Desember kita target tuntas,” katanya.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga masyarakat terdampak tidak perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan hunian yang layak.
Mulyadi juga menegaskan, penyediaan rumah relokasi merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Selain memastikan pembangunan berjalan, pemerintah juga berharap rumah yang disediakan nantinya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya.
“Ini juga kita harapkan bisa menjadi upaya kita menyediakan rumah layak bagi masyarakat terdampak,” terangnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi