BERAU POST – Persiapan Kabupaten Berau menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang masih diwarnai sejumlah tantangan.
Dari total 64 cabang olahraga (cabor) yang terdaftar, Berau saat ini dipastikan hanya dapat mengikuti ajang tersebut melalui 47 cabor yang lolos babak kualifikasi.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil dari proses kualifikasi yang telah dilalui masing-masing cabor.
Selain hasil babak kualifikasi, terdapat sejumlah ketentuan dan regulasi yang menjadi pertimbangan dalam menentukan cabor yang dapat ambil bagian pada Porprov VIII.
“Dari semua cabor yang ada di Berau, kita hanya dapat mengikuti turnamen sebanyak 47. Dan itu merupakan cabor yang lolos dari hasil babak kualifikasi beberapa waktu lalu,” ujar Gamalis.
Menurutnya, Pemkab Berau sebenarnya berharap seluruh cabor dapat diberangkatkan membawa nama daerah sekaligus mempertahankan semangat Berau dalam mengikuti pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Terlebih Berau sebelumnya menjadi tuan rumah Porprov VII. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin Kabupaten Berau justru absen atau mengurangi partisipasi secara signifikan pada Porprov VIII yang digelar di daerah lain.
“Kita tidak ingin, kemarin kita baru menjadi tuan rumah di Porprov VII, masa di Porprov VIII kita tiba-tiba tidak ada. Sementara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur hadir. Itu yang sedapat mungkin kita hindari,” tegasnya.
Dengan keterbatasan anggaran saat ini, dirinya pun tidak ‘tutup mata’. Dirinya juga akan terus memonitor terkait dengan persiapan hingga anggaran untuk Porprov tersebut.
Dirinya mengaku terkait dengan anggaran itu juga masih terus diperjuangkan. “Tentunya saya akan mengawal sehingga para atlet bisa ikut andil di ajang bergengsi itu,” tutupnya.
Di sisi lain, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, Taupan Madjid, menegaskan bahwa persoalan anggaran untuk keberangkatan kontingen masih terus diupayakan.
Pihaknya berharap dukungan anggaran dapat kembali diperjuangkan sehingga atlet-atlet Berau yang telah menjalani persiapan dapat tampil maksimal di Porprov VIII.
Menurut Taupan, perjuangan menuju Porprov tidak berhenti pada proses lolos kualifikasi. Saat ini yang tidak kalah penting adalah memastikan atlet tetap fokus menjalani latihan dan menjaga performa hingga pertandingan berlangsung.
“Kami tetap berusaha agar anggaran untuk Porprov ini bisa terpenuhi. Yang terpenting sekarang atlet tetap latihan dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, Berau tidak ingin sekadar hadir sebagai peserta dalam Porprov VIII. Setiap atlet yang diturunkan diharapkan memiliki target yang jelas dan mampu bersaing untuk memperebutkan posisi terbaik.
Karena itu, KONI Berau mendorong seluruh pengurus cabor dan pelatih untuk menyusun target prestasi bagi masing-masing atlet.
Target tersebut dinilai penting agar proses latihan memiliki arah dan para atlet memiliki motivasi untuk memberikan kemampuan terbaik ketika bertanding.
“Berau hadir bukan hanya sebagai pelengkap. Kami selalu meminta kepada pengurus cabor maupun pelatih untuk memberikan target kepada atlet. Podium harus menjadi salah satu target yang diperjuangkan,” katanya.
Taupan menambahkan, target tersebut bukan semata-mata soal perolehan medali, tetapi juga bentuk keseriusan seluruh kontingen dalam membawa nama Kabupaten Berau.
Dengan persiapan yang matang, ia berharap para atlet mampu tampil percaya diri dan bersaing secara sehat dengan kontingen dari kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur.
“Porprov VIII sendiri menjadi momentum penting bagi atlet Berau untuk mengukur hasil pembinaan olahraga selama ini. Di tengah berbagai keterbatasan, kami berharap seluruh atlet yang nantinya diberangkatkan mampu menunjukkan semangat juang dan memberikan hasil terbaik bagi daerah,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi