BERAU POST - Kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Berau, bahkan kini mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kamis (17/9).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, melakukan peninjauan langsung ke Bandara Kalimarau, Jumat (18/9). Dalam peninjauan tersebut, ia menerima laporan mengenai kondisi terkini jarak pandang serta dampaknya terhadap sejumlah penerbangan.
Gamalis menyebut, jarak pandang di kawasan bandara pada Jumat kembali mengalami penurunan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jarak pandang hanya berada di kisaran 1.500 meter.
Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan bagi pesawat untuk melakukan pendaratan di Bandara Kalimarau. Terlebih jarak pandang yang tersedia bahkan lebih pendek dibandingkan panjang landasan pacu bandara yang mencapai lebih dari 2.000 meter. “Pendaratan tidak memungkinkan dilakukan,” tegasnya.
Dampak asap terhadap penerbangan sebenarnya telah terjadi sejak Kamis (17/9). Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan asap kiriman mulai terdeteksi sekitar pukul 11.00 Wita.
“Memang kita terdampak asap kiriman sejak Kamis,” ujarnya.
Kemunculan asap tersebut membuat jarak pandang di sekitar bandara turun secara drastis. Akibatnya, sejumlah penerbangan yang dijadwalkan pada Kamis harus dibatalkan.
Penerbangan yang terdampak antara lain Wings Air rute Berau-Samarinda, Super Air Jet rute Berau-Balikpapan, serta Sriwijaya Air dengan rute Makassar-Berau-Balikpapan.
Patah memastikan penumpang yang terdampak pembatalan tetap mendapatkan haknya sesuai ketentuan. Maskapai menyediakan sejumlah pilihan bagi konsumen, termasuk pengembalian uang tiket secara penuh maupun pengaturan ulang jadwal penerbangan.
“Kami pastikan maskapai memenuhi kewajibannya,” jelasnya.
Sementara itu, gangguan penerbangan berlanjut pada Jumat. Kondisi jarak pandang yang kembali menurun menyebabkan sejumlah penerbangan tidak dapat beroperasi sesuai rencana.
Patah menyampaikan, penerbangan Batik Air dari Surabaya dan Balikpapan pada Jumat harus mengalami perubahan rute akibat kondisi tersebut. “Batik Air dipastikan divert,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, pesawat tidak dapat melakukan pendaratan di Bandara Kalimarau sehingga harus dialihkan ke bandara lain.
Bahkan salah satu penerbangan Wings Air yang sebelumnya sempat berangkat dari Berau menuju Samarinda juga mengalami kendala pada penerbangan kembali.
“Wings Air sempat terbang Berau-Samarinda,” tuturnya.
Namun, penerbangan dengan rute Samarinda-Berau akhirnya tidak dapat dilakukan karena jarak pandang kembali turun hingga sore hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap masih menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran konektivitas udara Berau.
Pemerintah daerah bersama pihak pengelola bandara terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. (sen/sam)
Editor : Nurismi