BERAU POST – DPRD Berau mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam memperjuangkan pemerataan akses listrik hingga ke seluruh kampung.
Langkah tersebut dinilai penting, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang hingga kini belum menikmati layanan listrik dapat segera terpenuhi.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan, pihaknya berharap koordinasi dan perjuangan Pemkab Berau bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di tingkat pemerintah pusat dapat menghasilkan dukungan konkret bagi percepatan elektrifikasi di Berau.
Menurutnya, akses listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, upaya untuk memperluas jaringan listrik hingga ke kampung-kampung perlu terus didorong.
“Kita harap apa yang sedang diperjuangkan Pemkab Berau ke Jakarta bersama gubernur baru ini bisa membuahkan hasil terbaik,” ujarnya Kamis (17/9).
Dedy berharap hasil koordinasi tersebut dapat mempercepat masuknya jaringan listrik ke kampung yang belum terjangkau.
Dengan demikian, target pemerintah untuk mewujudkan seluruh kampung di Berau teraliri listrik pada 2027 dapat direalisasikan.
Ia menilai target tersebut harus menjadi perhatian bersama, mengingat masih terdapat wilayah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur kelistrikan. Kondisi geografis Berau yang luas juga menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan.
Dedy menegaskan DPRD Berau akan mendukung langkah Pemkab dalam mengupayakan percepatan elektrifikasi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat diperlukan agar kebutuhan masyarakat di wilayah yang belum teraliri listrik dapat segera ditangani.
Ia juga berharap komunikasi yang dilakukan Pemkab Berau di tingkat pusat tidak berhenti pada koordinasi, tetapi menghasilkan dukungan dan kebijakan yang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan. “Kita dukung upaya yang dijalankan,” tegasnya.
Dedy berharap target seluruh kampung di Berau mendapatkan akses listrik pada 2027 benar-benar dapat tercapai. Pemerataan tersebut dinilai akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan koordinasi itu benar-benar menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kita,” tukasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pemerataan akses listrik bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Saat ini, masih terdapat 15 kampung di Kabupaten Berau yang belum teraliri listrik.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Muhammad Said, mengatakan, upaya pemerataan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (14/9) hingga Selasa (15/9).
Pertemuan tersebut membahas verifikasi serta usulan program listrik masuk desa. Berau menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang mendapat perhatian khusus karena masih terdapat wilayah yang belum menikmati akses listrik secara optimal.
“Tujuannya untuk memverifikasi dan mengusulkan listrik masuk desa,” ujarnya.
Selain Berau, terdapat lima kabupaten lain yang menjadi perhatian yakni Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Paser. Usulan tersebut disampaikan karena distribusi listrik di Kalimantan Timur hingga kini belum sepenuhnya merata.
Khusus Berau, pemerintah daerah mencatat masih ada 15 kampung yang belum mendapatkan layanan listrik. Untuk tahun ini, pemerintah merencanakan dukungan pembangunan jaringan listrik pada 30 titik.
Said berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga seluruh kampung yang belum teraliri listrik dapat menikmati layanan kelistrikan secara menyeluruh pada 2027. “InsyaAllah 2027 bisa sepenuhnya,” katanya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pemerataan listrik di Berau adalah kondisi geografis. Jarak antarkampung yang relatif jauh membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan penanganan dan perencanaan lebih khusus.
Kondisi tersebut terutama dirasakan pada sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kelay, Segah, hingga Bidukbiduk. Medan dan jarak yang harus ditempuh menjadi faktor yang turut memengaruhi penentuan titik pembangunan jaringan listrik. (sen/sam)
Editor : Nurismi