Pemkab Berau Pasang Target Rp 8 Triliun untuk Sektor Penanaman Modal Sepanjang Tahun Ini

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:40 WIB
PERKUAT INVESTASI: Sektor unggulan seperti pariwisata, perkebunan, pertanian hingga perikanan turut diekspos oleh DPMPTSP Berau agar menarik investasi di Bumi Batiwakkal. (SENO/BP)
PERKUAT INVESTASI: Sektor unggulan seperti pariwisata, perkebunan, pertanian hingga perikanan turut diekspos oleh DPMPTSP Berau agar menarik investasi di Bumi Batiwakkal. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong peningkatan investasi di berbagai sektor untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Upaya tersebut dilakukan, dengan membuka peluang kemitraan sekaligus mempromosikan potensi daerah kepada calon investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan, iklim investasi yang dibangun pemerintah daerah diarahkan agar tetap inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, capaian investasi pada 2025 menunjukkan tingginya minat terhadap potensi ekonomi yang dimiliki Berau.

“Berau menempati peringkat pertama di Kalimantan Timur berdasarkan persentase realisasi investasi 2025,” ujarnya kemarin (16/9).

Pada 2025, Pemkab Berau menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp 4,5 triliun. Namun, realisasi yang berhasil dicapai mencapai Rp 8,76 triliun atau sekitar 194,71 persen dari target yang ditetapkan.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Pemkab Berau untuk meningkatkan target investasi pada 2026. Tahun ini, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 8 triliun.

Sri Juniarsih menyebut, hingga triwulan kedua 2026, realisasi investasi di Berau telah berada di kisaran Rp 3 triliun. Pemerintah daerah pun terus mendorong agar realisasi tersebut meningkat hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, membenarkan capaian investasi hingga semester pertama tersebut.

Nanang mengatakan, peningkatan target menjadi Rp 8 triliun menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah kondisi efisiensi yang turut memengaruhi aktivitas ekonomi. Kendati demikian, DPMPTSP Berau tetap berupaya melakukan promosi investasi secara lebih luas.

Menurutnya, Berau memiliki peluang investasi yang tersebar di sejumlah sektor. Tidak hanya mengandalkan satu sektor, pemerintah daerah berupaya mengekspos potensi pariwisata, perkebunan, hingga perikanan kepada calon investor. “Semua sektor ikut bergerak, tidak satu sektor saja,” jelasnya.

Promosi tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. DPMPTSP berkoordinasi untuk memaksimalkan potensi setiap sektor, sekaligus memastikan peluang investasi yang ditawarkan dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Nanang menilai kondisi iklim investasi di Berau saat ini cukup baik dan stabil. Karena itu, peluang tersebut akan terus dimanfaatkan untuk menarik investasi baru.

Ia berharap masuknya investasi tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja.

DPMPTSP juga membuka peluang bagi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Salah satu komoditas yang mulai didorong adalah kelapa dalam dan kakao, dengan peluang pengembangan dari sektor hulu hingga hilir.

“Kita tawarkan keluar untuk investasi, baik dari hilir sampai ke hulu,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
DPMPTSP Berau investasi