BERAU POST – Kontingen Kabupaten Berau menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser, November mendatang masih dibayang-bayangi keterbatasan anggaran yang ada.
Akibatnya kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, Taupan Madjid, sebagian besar cabor tetap berupaya menggelar Training Center (TC) meskipun harus dilakukan secara mandiri.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya mematahkan semangat para atlet yang telah berlatih dan mempersiapkan diri dalam waktu cukup panjang.
Terlebih Porprov menjadi kesempatan bagi atlet Berau untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama daerah.
“Untuk Porprov 2026 ini kami mengusulkan Rp 10 miliar. Tapi dari informasi yang kami dapat, anggaran yang tersedia baru sekitar Rp 3 miliar,” ujar Taupan.
Keterbatasan tersebut lanjut dia, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi KONI dalam mempersiapkan kontingen.
Sebab, kebutuhan yang harus dipenuhi cukup besar, mulai dari pembinaan dan persiapan atlet, perlengkapan pertandingan, hingga akomodasi dan keberangkatan kontingen menuju Paser.
Meski demikian, Taupan menyebut Pemkab Berau masih memberikan dukungan terhadap sejumlah cabor yang memiliki potensi dan prestasi.
Beberapa di antaranya mendapatkan kesempatan mengikuti try out sebagai bagian dari pematangan persiapan sebelum berlaga di Porprov.
“Ini penting untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet sebelum bertanding,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, KONI Berau berharap dukungan dari berbagai pihak dapat diperkuat. Salah satunya melalui anggota DPRD Berau yang juga masuk dalam kepengurusan KONI.
Taupan meminta para pengurus KONI yang berada di lembaga legislatif ikut mengawal dan memperjuangkan dukungan anggaran untuk kebutuhan kontingen Berau.
Selain dukungan pemerintah daerah dan DPRD, keterlibatan dunia usaha juga dinilai sangat penting. Pihaknya berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau dapat ikut memberikan kontribusi, terutama dalam membantu kebutuhan akomodasi dan keberangkatan atlet menuju Paser.
Menurut Taupan, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan terhadap kegiatan olahraga, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya membawa nama Berau di tingkat provinsi.
Berkaca pada pelaksanaan Porprov Kaltim di Kutai Timur beberapa tahun lalu. Saat itu, dukungan dari perusahaan disebut mencapai sekitar Rp 2 miliar untuk membantu kebutuhan akomodasi kontingen Berau.
“Yang bisa meminta hal itu ke perusahaan ya Pemkab Berau dan DPRD Berau. Karena ini juga membawa nama daerah,” ungkapnya.
Saat ini, sebanyak 48 cabor dari KONI Berau dinyatakan lolos untuk berlaga pada Porprov Kaltim 2026 di Paser.
Ratusan atlet yang tergabung di dalamnya terus menjalani berbagai program latihan dan seleksi guna memastikan mereka benar-benar berada dalam kondisi terbaik saat pertandingan berlangsung.
“Perjuangan menuju Paser bukan hanya soal jumlah atlet yang diberangkatkan, tetapi bagaimana setiap atlet mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Berau, Sutami, mengklaim dirinya bersama anggota DPRD Berau lain yang memang dibesarkan di dunia olahraga selalu mengupayakan terkait dengan pembinaan dan lainnya untuk atlet.
“Kita sudah selalu meminta kepada seluruh pemangku kebijakan terutama Pemkab Berau untuk bisa terus memperhatikan atlet yang ada, karena mereka juga merupakan pahlawan untuk daerah,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh elemen harus bisa duduk bersama dan cari solusi sehingga para atlet bisa ikut dan tentunya mengharumkan nama daerah. “Tentunya harus duduk bersama dan cari solusi seperti apa,” pungkasnya (aky/sam)
Editor : Nurismi