BERAU POST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau masih melakukan pengujian kualitas air Sungai Segah, menyusul adanya temuan ikan mati yang turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu parameter yang masih menunggu hasil pemeriksaan yakni kadar oksigen terlarut dalam air.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan, pemeriksaan masih berlangsung dan membutuhkan waktu sekitar 11 hari untuk mengetahui hasil kadar oksigen secara lebih lengkap.
Zulkifli memastikan, berdasarkan pemeriksaan sementara yang telah dilakukan di lapangan, kondisi perairan masih tergolong aman dan belum menunjukkan adanya dampak yang mengkhawatirkan.
“Sejauh ini belum berpengaruh, masih aman. DLHK sudah turun cek,” katanya kemarin (14/9).
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi kualitas air secara menyeluruh. Selain mengambil sampel dan melakukan pengecekan di sekitar lokasi, DLHK juga memeriksa kondisi perairan di bagian hulu maupun hilir.
Langkah tersebut dilakukan, untuk mengetahui kemungkinan sumber yang memengaruhi kualitas air termasuk aktivitas yang berada di sekitar lokasi.
Zulkifli menyebut, kawasan tersebut berada tidak jauh dari sejumlah saluran pembuangan yang berasal dari aktivitas rumah tangga.
Selain itu, terdapat pula aktivitas pencucian kendaraan bermotor yang berada di sekitar area perairan. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam proses pendalaman.
“Memang dekat dengan buangan parit rumah tangga dan pencucian motor,” jelasnya.
Meski demikian, DLHK belum dapat memastikan apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan temuan ikan mati. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, serta melakukan penelusuran terhadap berbagai kemungkinan penyebab.
Zulkifli mengatakan, kemungkinan faktor alam juga masih menjadi bagian dari kajian. Karena itu, pihaknya belum ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh hasil pemeriksaan diperoleh.
“Kalau karena alam masih didalami,” tegasnya.
Sebelumnya, Dinas Perikanan (Diskan) Berau juga turut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kematian ikan secara mendadak di kawasan tambak yang berada di atas aliran Sungai Segah.
Tim diterjunkan untuk melakukan pemantauan awal sekaligus mengambil sampel guna mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan, laporan mengenai kematian ikan tersebut diterima dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi itu, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi perairan.
“Ya, kami menerima laporan masyarakat terkait ikan yang tiba-tiba mati,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Abdul Majid, pemeriksaan awal dilakukan dengan menguji kondisi air, khususnya untuk mengetahui kemungkinan adanya perubahan salinitas atau kadar garam pada perairan yang menjadi lokasi tambak.
“Saat ini kami baru melakukan uji air, apakah terjadi salinitas perairan,” katanya.
Dari pemeriksaan awal yang dilakukan, kandungan garam dalam air tidak terdeteksi. Hasil tersebut membuat dugaan penyebab kematian ikan mengarah pada faktor lain yang masih perlu didalami.
“Untuk kandungan garam pada air tidak terdeteksi,” jelasnya.
Salah satu kemungkinan yang tengah menjadi perhatian adalah rendahnya kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di dalam air.
Kondisi kekurangan oksigen dapat memengaruhi kehidupan ikan, terutama apabila terjadi dalam jumlah atau kondisi tertentu.
“Ada kemungkinan kekurangan oksigen yang memengaruhi ikan-ikan di sana,” ungkap Abdul Majid.
Namun, Diskan Berau belum menyimpulkan penyebab kematian ikan tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan dengan mengumpulkan sampel dari sejumlah titik di sepanjang Sungai Segah. (sen/sam)
Editor : Nurismi