Terkendala Sungai Surut, Pertamina Siapkan Pasokan BBM Cadangan Berau dari Tarakan

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:30 WIB
JAGA DISTRIBUSI: Pertamina Patra Niaga menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM ke Kabupaten Berau. (IZZA/BP)
JAGA DISTRIBUSI: Pertamina Patra Niaga menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM ke Kabupaten Berau. (IZZA/BP)

BERAU POST – Di tengah kendala distribusi yang terjadi belakangan, manajemen Pertamina Patra Niaga akan menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Berau tetap berjalan.

Communication & Relation Reg. Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Gayuh Mustiko Jati, mengatakan, distribusi BBM ke Berau memiliki tantangan tersendiri karena pasokan untuk wilayah tersebut disuplai dari Balikpapan.

Dalam prosesnya, distribusi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran jalur perairan menggunakan kapal menuju Berau.

“Jadi kita sangat tergantung dengan adanya faktor cuaca dan juga keandalan untuk masuk ke wilayah Berau karena akan melewati sungai,” ujarnya kemarin (8/9).

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelancaran pasokan. Terlebih keterlambatan kapal untuk bersandar di Berau baru kali ini terjadi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi sungai yang sedang surut.

Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan alternatif apabila terjadi kendala dalam jalur distribusi utama. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan pasokan dari wilayah lain, termasuk dari Kota Samarinda dan Tarakan.

“Kemarin juga sudah disalurkan dari Samarinda, tapi memang kita terkendala jarak, sehingga kita ada alternatif lain dari Tarakan,” katanya.

Dijelaskan, pengiriman dari Tarakan memang menggunakan kapal juga, namun jenis yang digunakan berbeda dengan kapal dari Balikpapan, sehingga dapat menjadi alternatif dalam kondisi tertentu.

Selain itu, Pertamina juga memastikan adanya tambahan stok melalui kedatangan kapal dari Balikpapan. Kapal tersebut dijadwalkan akan tiba untuk menambah stok yang sudah tersedia. Setelah itu, pasokan akan ditambah lagi melalui kedatangan kapal berikutnya.

“Artinya Pertamina selalu memastikan bahwa kita melakukan penyaluran. Kalau misalnya ada kendala-kendala di lapangan, itu sesuatu yang sama-sama tidak kita harapkan, tapi kalau terjadi pasti kita akan optimalkan,” jelasnya.

Ditegaskan, langkah mitigasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan. Sinergi dengan berbagai pihak juga diperlukan, agar proses distribusi di lapangan dapat berlangsung lancar.

“Makanya kita butuh sinergi dari semua pihak untuk penyaluran bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait usulan kebutuhan dan kuota BBM, apalagi itu bukan menjadi kewenangan Pertamina sepenuhnya.

Perlu adanya persetujuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pertamina sebagai penyalur, tetap akan berkoordinasi apabila terdapat kebutuhan maupun masukan dari pemerintah daerah yang perlu disampaikan dalam proses pengusulan.

Di sisi lain, Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran BBM di tengah kesulitan memperoleh BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan instansi yang membidangi, untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Apalagi persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga bagaimana BBM yang tersedia dapat didistribusikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Yang paling penting adalah distribusinya,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM. Termasuk pembelian dalam jumlah yang dinilai tidak wajar maupun praktik lain yang berpotensi mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat umum. (aja/sam)

Editor : Nurismi
pengiriman bbm PT Pertamina Patra Niaga