Gencarkan Komunikasi ke BNPB, Pemkab Berau Ajukan Hadirkan Dukungan Pesawat Water Bombing

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:36 WIB
PENANGANAN KARHUTLA BERAU: Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjalin komunikasi dengan BNPB untuk meminta perbantuan armada udara water bombing guna mempercepat penanganan karhutla di titik-titik sulit di Kabupaten Berau.
PENANGANAN KARHUTLA BERAU: Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjalin komunikasi dengan BNPB untuk meminta perbantuan armada udara water bombing guna mempercepat penanganan karhutla di titik-titik sulit di Kabupaten Berau.

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tengah menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar armada pesawat maupun helikopter bantuan dari negara sahabat yang dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, turut diperbantukan ke Kabupaten Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan tambahan dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Berau.

Menurutnya, pemerintah daerah mencermati adanya bantuan dari sejumlah negara sahabat kepada Indonesia dalam penanganan karhutla. Bantuan tersebut di antaranya berupa armada udara yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing.

“Saya sedang menjalin komunikasi dengan BNPB terkait penanganan karhutla di Berau,” kata Sri, Kamis (3/9).

Sri berharap armada pesawat atau helikopter yang didatangkan ke Indonesia tersebut dapat pula diarahkan untuk membantu penanganan karhutla di Berau. Pemanfaatan armada udara dinilai penting, terutama untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani secara optimal melalui jalur darat.

“Oleh karena itu, saya minta agar armada bantuan tersebut bisa dibantukan untuk melaksanakan water bombing di Berau,” ujarnya.

Sri menyebut, komunikasi dengan BNPB telah dilakukan pada Kamis (3/9). Pemkab Berau secara khusus menyampaikan permintaan agar dukungan water bombing dapat diberikan untuk memperkuat upaya pemadaman di daerah.

“Per hari Kamis (3/9) sudah kami komunikasikan. Saya minta ke BNPB bantuan water bombing,” tegasnya.

Menurut Sri, komunikasi tersebut tidak hanya menjadi langkah administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadapi karhutla yang membutuhkan dukungan lintas instansi. Pemkab Berau akan terus membangun komunikasi dengan BNPB maupun instansi terkait lainnya guna mencari dukungan yang memungkinkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

“Kita membangun komunikasi dengan BNPB atau instansi lain. Ini ikhtiar kita bersama menghadapi karhutla,” tuturnya.

Di sisi lain, Sri mengimbau masyarakat agar tetap tenang di tengah kondisi karhutla. Warga diminta mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan yang tidak diperlukan, terutama ketika kondisi udara terdampak asap.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi konsumsi air putih serta vitamin.

Sri berharap seluruh upaya penanganan yang dilakukan, termasuk kemungkinan dukungan armada water bombing, dapat membantu mempercepat pengendalian karhutla di Berau.

Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh petugas pemadam, baik dari unsur pemerintah maupun relawan, yang selama ini terus bekerja di lapangan.

“Saya mengapresiasi seluruh petugas pemadam dan relawan yang sudah berjibaku selama ini,” katanya.

Sri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap bertahan dan berjuang menghadapi karhutla. Ia berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi melalui kerja bersama.

“Terima kasih telah bertahan dan terus berjuang. Insyaallah cobaan ini bisa kita lalui bersama,” pungkasnya. (sen)

Editor : Nurismi
water bombing pemkab berau bnpb