Sasar Wisatawan Malaysia dan Singapura, Industri Wisata Pulau Maratua Perkuat Jaringan Bisnis Selam

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:30 WIB
 Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa. (BERAU POST)
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa. (BERAU POST)

BERAU POST – Peluang memperluas pasar pariwisata Pulau Maratua terus dibuka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyambut baik langkah Kementerian Pariwisata yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari Malaysia dan Singapura dengan industri pariwisata di Maratua.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Networking Event bersama peserta Famtrip Marine yang berlangsung di Pulau Maratua, pada 13 Agustus lalu. Kegiatan ini sebelumnya telah dikomunikasikan sejak Juni melalui surat maupun pertemuan secara daring.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha pariwisata di Maratua untuk membuka komunikasi dengan pelaku industri dari negara tetangga.

“Selain Malaysia dan Singapura, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha pariwisata dari Brunei,” katanya kemarin (1/9).

Adapun para pelaku usaha dari negara-negara tersebut sebelumnya juga telah berkunjung ke Maratua pada Juli lalu. Dalam kegiatan networking, mereka kembali dipertemukan dengan sejumlah pelaku usaha pariwisata yang beroperasi di Maratua.

Pertemuan digelar di salah satu resor di Maratua. Diskusi dilakukan dengan menghadirkan perwakilan resor yang berada di sana.

Pembahasan diarahkan untuk menjajaki peluang kerja sama, sekaligus memperluas pasar pariwisata Maratua ke Malaysia dan Singapura.

“Tujuannya untuk menjajaki peluang kerja sama antara pelaku usaha dari Malaysia dan Singapura dengan resor-resor serta travel agent,” katanya.

Kerja sama yang dijajaki salah satunya berkaitan dengan upaya menghubungkan perjalanan wisatawan dari Malaysia dan Singapura menuju Maratua.

Dengan terbukanya komunikasi antarpelaku usaha, peluang untuk memasukkan Maratua dalam pilihan perjalanan wisata dari negara-negara tersebut dapat semakin terbuka.

Namun diaku Yudha, proses tersebut tidak serta-merta menghasilkan kerja sama dalam waktu singkat. Masih perlu komunikasi lebih lanjut antara pelaku usaha pariwisata di Maratua dengan mitra dari Malaysia dan Singapura untuk membahas bentuk kerja sama yang akan dilakukan.

“Masih butuh waktu dan komunikasi lebih lanjut antarpelaku usaha pariwisata di Maratua dengan mereka yang dari Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Pemerintah telah membuka jalan dan peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring. Selanjutnya, kesepakatan mengenai bentuk kerja sama menjadi ranah masing-masing pelaku usaha.

Karena itu, Disbudpar Berau mendorong pelaku usaha pariwisata memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi dan menjajaki peluang yang bisa dikembangkan bersama.

Tidak hanya pengelola resor, peluang tersebut juga terbuka bagi operator selam, penyedia jasa perjalanan, sektor transportasi maupun berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya. Perluasan jaringan dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pasar wisata Maratua.

Di sisi lain, pihaknya juga membuka ruang bagi peserta famtrip maupun pelaku industri pariwisata untuk memberikan masukan terhadap pengembangan destinasi.

Masukan dari pelaku usaha maupun wisatawan dinilai penting untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

Evaluasi tidak hanya menyangkut daya tarik destinasi, tetapi juga aspek aksesibilitas, amenitas, pelayanan hingga pengalaman wisatawan selama berada di Berau. Hal tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pariwisata agar terus berkembang.

Dirinya berharap komunikasi yang telah dibangun melalui kegiatan tersebut dapat berlanjut di antara pelaku usaha.
Dengan begitu, peluang kerja sama yang muncul dapat berkembang menjadi hubungan bisnis yang memberikan manfaat bagi industri pariwisata di Maratua.

Perluasan pasar tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya membuat Maratua semakin dikenal sebagai destinasi bahari, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata di Berau.

Dilansir dari Jawa Pos, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempromosikan potensi wisata bahari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada pelaku industri pariwisata mancanegara.

Melalui program "Famtrip Marine Maratua 2026" yang berlangsung pada 10-15 Agustus 2026, Kemenpad mengundang sejumlah dive center asal Malaysia dan Singapura.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat posisi Maratua sebagai destinasi wisata selam unggulan, sekaligus memperluas jejaring bisnis di kedua negara tersebut.

"Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mereka untuk memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan," ujar Ni Made.

Selama enam hari, peserta tidak hanya menikmati wisata selam, tetapi juga menjelajahi Goa Gumantung dan mengunjungi Kampung Dayak Tumbit untuk mengenal kekayaan budaya lokal.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menambahkan bahwa Malaysia dan Singapura adalah pasar strategis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan asal Malaysia mencapai 1.361.772 kunjungan, sedangkan Singapura mencapai 739.721 kunjungan.

Pengembangan pasar wisata selam ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat lokal mulai dari penyediaan akomodasi, pemandu wisata, transportasi, hingga kuliner. (aja/sam)

Editor : Nurismi
Disbudpar Berau Pulau maratua kementerian pariwisata