Antisipasi Potensi Kebakaran Meluas, Polres Berau Siagakan Pasukan BKO Polda Kalimantan Timur

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:00 WIB
APEL PASUKAN: Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto saat memimpin apel yang digelar di Mapolres Berau kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
APEL PASUKAN: Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto saat memimpin apel yang digelar di Mapolres Berau kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan untuk menekan gangguan kamtibmas di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius jajaran Polres Berau. 

Mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran, sebanyak 225 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026.

Pengerahan personel tersebut ditandai dengan Apel Pergeseran Pasukan yang dipimpin langsung Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto.

Apel digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab sebelum diterjunkan ke wilayah penugasan.

Dari total 225 personel yang dikerahkan, sebanyak 165 merupakan personel Polres Berau. Sementara 60 personel lainnya merupakan bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Timur.

Seluruh personel selanjutnya ditempatkan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla.

Mereka tidak hanya disiapkan untuk melakukan pemadaman apabila kebakaran terjadi, tetapi juga menjalankan patroli, pemantauan, serta deteksi dini guna mencegah munculnya titik api.

Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan dan sinergi seluruh pihak.

Pasalnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi dapat merembet pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga stabilitas keamanan. 

“Kita harus menyadari bahwa bencana Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas perekonomian, maupun stabilitas keamanan,” ujarnya.


“Oleh karena itu, diperlukan kesiapan personel serta kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tambah Ridho.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026 tidak semata-mata diukur dari kemampuan petugas memadamkan api ketika kebakaran telah terjadi.

Lebih jauh, keberhasilan operasi harus dilihat dari kemampuan seluruh personel dalam mencegah kebakaran sejak awal.

Karena itu, ia meminta jajaran yang berada di lapangan untuk lebih aktif melakukan patroli dan mengawasi wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.

“Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Ridho menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan intensitas patroli, khususnya di wilayah yang teridentifikasi rawan Karhutla.

Setiap indikasi munculnya titik api diminta segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. 

“Dalam pelaksanaan tugas penanggulangan Karhutla, tingkatkan patroli dan deteksi dini terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran. Apabila ditemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera lakukan tindakan cepat sesuai prosedur serta koordinasikan dengan instansi dan pihak terkait,” katanya.

Selain respons cepat, koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Personel di lapangan diminta tidak bekerja sendiri dan terus membangun komunikasi dengan instansi maupun pihak terkait lainnya.

Kapolres juga memberikan perhatian terhadap keselamatan personel selama menjalankan tugas. Para perwira pengendali diminta melakukan pengawasan secara langsung serta memastikan setiap anggota memahami kondisi medan dan risiko yang dihadapi. 

“Kepada para perwira pengendali dan pimpinan di lapangan, saya minta agar senantiasa melakukan pengawasan terhadap anggota, memberikan arahan secara jelas dan terukur, serta segera mengambil langkah yang tepat apabila terjadi Karhutla,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga sikap dan perilaku selama menjalankan tugas. Keselamatan diri maupun rekan sesama petugas harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan operasi.

“Jaga sikap dan perilaku selama berada di medan penugasan, utamakan keselamatan diri dan rekan, serta tingkatkan kewaspadaan,” sambungnya.

Ridho meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas. Ia menekankan agar setiap anggota menghindari pelanggaran dan menjaga nama baik institusi selama berada di lapangan. 

“Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, dan senantiasa jaga nama baik diri, satuan, serta institusi Polri. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan niat sebagai bentuk ibadah serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
BKO Polda Kaltim polres berau karhutla siaga