BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau kembali berpartisipasi dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang digelar di Hall ICE BSD, Tangerang, Banten.
Kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung selama tiga hari, dengan dibuka secara resmi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.
Pembukaan AOE 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, serta Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zarnubi. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang juga Koordinator Wilayah Kalimantan Timur Apkasi turut hadir bersama kepala daerah lainnya dari seluruh Indonesia.
AOE menjadi ruang promosi bagi pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi perdagangan, pariwisata, investasi hingga pengadaan barang dan jasa.
Keikutsertaan Berau tidak hanya diarahkan untuk mempromosikan produk unggulan daerah dan destinasi wisata. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Berau juga menawarkan berbagai peluang investasi kepada calon investor yang hadir dalam expo tersebut.
Sri Juniarsih mengatakan, kehadiran berbagai daerah dan investor dari sejumlah negara menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi Bumi Batiwakkal.
“Ini peluang memasarkan produk unggulan UMKM dan membuka investasi,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Berau terbuka terhadap investor maupun mitra strategis yang ingin berkolaborasi mengembangkan potensi daerah. Sejumlah sektor yang ditawarkan antara lain pariwisata, agroindustri, ekonomi kreatif, perkebunan hingga perikanan.
Terlebih Berau saat ini terus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang memiliki potensi di berbagai wilayah. Selain itu, komoditas perkebunan dan hasil perikanan juga diarahkan agar dapat diolah, sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Wamendagri Bima Arya mengapresiasi pelaksanaan AOE yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh.
Menurutnya, expo tidak seharusnya berhenti sebagai ajang pamer produk, tetapi juga menjadi jembatan pertemuan antara pemerintah daerah dan investor.
“Kami harapkan investasi hadir dan berkelanjutan di daerah,” katanya.
Bima juga mendorong pemerintah kabupaten memperkuat pelayanan dasar, ketahanan pangan dan energi, transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, serta penanggulangan kemiskinan, stunting dan pengangguran.
Kerja sama antardaerah juga dinilai penting untuk membangun rantai ekonomi yang saling mendukung.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan pihaknya dalam AOE 2026 mencoba menawarkan potensi investasi nonpertambangan. “Peluang investasi cukup banyak selain tambang,” jelasnya.
Menurut Nanang, sektor yang berpotensi dikembangkan meliputi perikanan, perkebunan dan produk UMKM. Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah kakao atau cokelat. “Banyak yang tertarik, terutama cokelat,” ungkapnya.
Ia berharap kakao Berau tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan berskala besar.
Namun, upaya tersebut membutuhkan penataan dan persiapan yang matang agar pengembangannya dapat berjalan optimal. “Kita perlu menyusunnya dengan baik dulu,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi