Kabut Asap Karhutla Memburuk, Bupati Berau Instruksikan Siswa Belajar dari Rumah

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:54 WIB
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (BERAU POST)
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (BERAU POST)

BERAU POST — Pemerintah Kabupaten Berau mengambil langkah cepat dan tegas untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, menyusul meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kualitas udara yang memburuk.

Melalui Surat Edaran Bupati Berau Nomor 610 Tahun 2026, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menginstruksikan seluruh siswa dan siswi di wilayahnya untuk melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) terhitung mulai 24 hingga 26 Agustus 2026.

Berdasarkan pembaruan satelit SIPONGI per 19 Agustus 2026, tercatat 276 titik panas di Kabupaten Berau. Kecamatan Pulau Derawan menjadi wilayah tertinggi dengan 93 titik, disusul Segah (64 titik), Gunung Tabur (38 titik), Sambaliung (28 titik), dan Teluk Bayur (21 titik).

Sejak awal Agustus, tercatat sudah ada 152 kejadian Karhutla yang memicu kabut asap tebal dan mengganggu aktivitas warga.

Dari hasil pemeriksaan menunjukkan parameter PM2,5 dan PM10 di sejumlah lokasi terdampak telah berada di atas ambang batas normal.

Pelaksanaan Belajar Dari Rumah dijadwalkan selama tiga hari. Terkait pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa selama periode BDR, mekanismenya akan dikoordinasikan langsung bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

"Kebijakan belajar dari rumah ini merupakan langkah antisipasi untuk melindungi anak-anak dari dampak kabut asap Karhutla. Kita tidak ingin kondisi udara yang kurang baik justru mengganggu kesehatan mereka," tegas Bupati Sri Juniarsih.

Paparan asap Karhutla menyimpan risiko kesehatan yang serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita alergi. Dampak kesehatan yang diwaspadai meliputi ISPA, pneumonia, asma, PPOK, bronkitis, iritasi mata, hingga gangguan jantung.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mematuhi langkah-langkah perlindungan seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala gangguan pernapasan.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk memastikan anak-anak tetap berada di lingkungan yang aman. Jika harus keluar rumah, gunakan masker, perbanyak minum air putih dan kurangi aktivitas di luar ruangan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Berau juga meminta seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat camat, lurah, kepala kampung, hingga ketua RT untuk aktif menyosialisasikan pencegahan Karhutla kepada warga.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan bencana ini membutuhkan kolaborasi penuh dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pemicu api demi keselamatan bersama.

“Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Mari kita ikuti kebijakan ini dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada, dan juga mari bersama-sama mencegah Karhutla agar kondisi Kabupaten Berau segera kembali aman dan kualitas udaranya membaik,” harapnya.

Editor : Nurismi
sekolah dari rumah pemkab berau