BERAU POST - Pemerintah Kabupaten Berau bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau terus mendorong penguatan pelaku usaha lokal agar mampu menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pembinaan Pelaku Usaha yang digelar di Ruang Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Kamis (20/8).
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM dan pengrajin lokal, sehingga mampu mengembangkan produk, berinovasi, serta meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar yang semakin dinamis.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak.
Menurutnya, Dekranasda memiliki peran dalam membina, mengembangkan, sekaligus mempromosikan produk kerajinan dan usaha lokal agar semakin dikenal dan mampu bersaing.
“Dekranasda menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, perbankan, hingga sektor swasta untuk membuka akses permodalan, digitalisasi keuangan, promosi, pemasaran dan pendampingan usaha.
Kolaborasi dengan pihak swasta juga dapat diarahkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), peningkatan mutu produk, pelatihan, promosi, hingga membangun keterkaitan usaha melalui rantai pasok.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menekankan pelaku usaha harus ditempatkan sebagai mitra penting pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pengembangan usaha masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui program bantuan.
“Pelaku usaha adalah mitra utama dalam menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.
Sri Juniarsih mendorong pelaku UMKM dan pengrajin tidak berhenti berinovasi. Perubahan selera konsumen, perkembangan teknologi, serta persaingan pasar menuntut pelaku usaha terus belajar dan meningkatkan kualitas produk.
Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk. Kualitas, kemasan, legalitas, strategi promosi, dan perluasan pasar juga harus menjadi perhatian. “Jangan cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih,” pesannya.
Pemkab Berau bersama Dekranasda kata Bupati, berkomitmen membangun ekosistem usaha yang mendukung masyarakat.
Dukungan tersebut mencakup akses permodalan, pelatihan, pendampingan, digitalisasi, pemasaran, serta perluasan jejaring usaha.
Potensi ekonomi kreatif Berau juga dinilai cukup besar. Selain UMKM, daerah ini memiliki potensi pada sektor kriya, wastra, kuliner, seni dan kreativitas anak muda.
Salah satunya ditunjukkan melalui peluncuran delapan motif Batik Derawan-Maratua yang menjadi bagian dari pengembangan produk kriya dan wastra khas daerah. “Berau memiliki banyak pemuda kreatif. Potensi ini harus terus kita kembangkan,” jelasnya.
Sri Juniarsih berharap workshop tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Ia juga mengajak organisasi perangkat daerah, perusahaan, perbankan, perhotelan serta pelaku ekonomi kreatif memperkuat kolaborasi.
“Manfaatkan setiap pelatihan dan jangan berhenti berinovasi,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi