Cegah Bencana Hidrometeorologi Kering, Agenda Irau Manutung Jukut 2026 Resmi Ditiadakan Lagi

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:25 WIB
DIALIHKAN: Pembatalan pelaksanaan Manutung Jukut 2026 akan dialihkan dengan melaksanakan kegiatan lain yang menunjang Gemarikan, seperti pasar ikan murah. (SENO/BP)
DIALIHKAN: Pembatalan pelaksanaan Manutung Jukut 2026 akan dialihkan dengan melaksanakan kegiatan lain yang menunjang Gemarikan, seperti pasar ikan murah. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering yang terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Langkah tersebut turut berdampak pada pelaksanaan sejumlah kegiatan yang berpotensi memicu munculnya api, termasuk agenda Irau Manutung Jukut 2026.

Untuk diketahui, tahun sebelumnya pelaksaannya juga terpaksa dibatalkan dengan alasan rawan menimbulkan gesekan di masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Berau Abdul Majid, mengatakan, kepastian pembatalan kegiatan Irau Manutung Jukut 2026, menyusul Surat Imbauan Bupati Berau Nomor 300.2.3/580/BPBD tertanggal 11 Agustus 2026, terkait peningkatan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering.

Salah satu poin dalam surat tersebut mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api. “Termasuk menghindari potensi pembakaran terbuka,” ujarnya Selasa (18/8).

Menurut Majid, Manutung Jukut yang identik dengan aktivitas membakar ikan dinilai memiliki potensi risiko apabila kondisi cuaca masih panas dan kering. “Kita tidak bisa meramal kondisi nanti, ini merupakan langkah preventif kita,” katanya.

Meski demikian, pembatalan Manutung Jukut ditekankannya tidak berarti menghilangkan esensi peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau.

Dinas Perikanan akan mengalihkan kegiatan tersebut ke program lain, yang tetap dapat dinikmati dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Program yang disiapkan antara lain Gerakan Memasyarakatkan Ikan (Gemarikan) serta Pasar Ikan dan Pangan Murah. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan konsumsi ikan, membantu menekan angka stunting, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Bakar ikan itu juga bagian dari implementasi Gemarikan, sehingga kita akan alihkan ke program yang sejalan,” jelasnya.

Karena itu, semangat untuk memperkenalkan dan meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat tetap akan dipertahankan melalui bentuk kegiatan yang lebih aman sesuai kondisi saat ini.

Masyarakat diharap dapat memahami keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.

“Tanpa menghilangkan esensi hari jadi, kita alihkan ke program yang bermanfaat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Perikanan (Diskan) Berau berencana menggelar dan telah membuka pendaftaran Irau Manutung Jukut atau membakar ikan bersama-sama tahun 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Hari Ulang Tahun Kota Tanjung Redeb ke-216.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan keinginannya agar kegiatan tahunan itu bisa dikemas lebih meriah dan mendatangkan wisatawan dari luar daerah.

Selain menjadi pesta rakyat yang ditunggu-tunggu masyarakat, Irau Manutung Jukut juga bisa dijadikan magnet wisata yang memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung.

“Saya ingin Manutung Jukut digelar lebih besar dan meriah, bisa mengundang wisatawan dari luar daerah," terangnya.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menyebut, pendaftaran peserta dibuka mulai 10 Agustus hingga 11 September 2026.

"Manutung Jukut kembali hadir sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216,” katanya, belum lama ini.

Pelaksanaan Manutung Jukut tersebut menjadi upaya memperkenalkan potensi hasil perikanan daerah kepada masyarakat. Sekaligus diharapkan mampu mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui beragam olahan yang kreatif.

Terlebih Manutung Jukut telah menjadi agenda tahunan yang selalu masuk dalam rangkaian perayaan hari jadi Kabupaten Berau.

Selain menghadirkan suasana kebersamaan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kemampuan mengolah hasil perikanan lokal. (sen/sam)

Editor : Nurismi
Manuntung Jukut HUT Berau pemkab berau ditiadakan