BERAU POST – Pelayanan penyakit jantung di Kabupaten Berau mulai ditingkatkan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai segera memiliki tiga dokter spesialis jantung, terdiri dari dua dokter laki-laki dan satu dokter perempuan.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, mengatakan, tambahan dokter jantung tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pelayanan kesehatan jantung di Berau.
“Alhamdulillah, dalam enam bulan ini kami sudah dapat tenaga dokter jantung yang baru,” ujarnya belum lama ini.
Dari tiga dokter tersebut, satu dokter laki-laki saat ini sedang menjalani pendidikan di Tiongkok. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung rencana pengadaan alat kateterisasi jantung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Kesiapan SDM tentunya menjadi salah satu syarat penting sebelum fasilitas kateterisasi jantung dapat dioperasikan di Berau. Dokter tersebut ditargetkan menyelesaikan pendidikan pada pertengahan tahun depan.
Pada saat yang sama, RSUD dr Abdul Rivai juga berharap bantuan alat kateterisasi jantung dari Kemenkes dapat direalisasikan.
Dengan begitu, pelayanan pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung tertentu nantinya dapat dilakukan di Berau.
Dijelaskan, kateterisasi jantung digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah jantung, terutama untuk mengetahui apakah terdapat penyumbatan. Dalam istilah medis, pemeriksaan tersebut dikenal dengan angiografi.
Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengetahui lokasi penyumbatan, sekaligus mengukur tingkat penyumbatan pada pembuluh darah jantung.
“Alat yang sama juga umum digunakan dalam tindakan pemasangan ring atau stent pada pembuluh darah jantung,” ungkapnya.
Untuk saat ini, layanan tersebut belum tersedia di RSUD dr Abdul Rivai. Pasien yang membutuhkan pemeriksaan maupun tindakan kateterisasi masih harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit di luar Berau, di antaranya Tarakan, Balikpapan, dan Samarinda.
Lanjutnya, penyakit jantung termasuk salah satu layanan yang menjadi perhatian rumah sakit. Selain itu, manajemen RSUD dr Abdul Rivai juga tengah memprioritaskan peningkatan pelayanan bagi pasien gagal ginjal dan kanker.
“Yang saat ini di rumah sakit kami prioritaskan untuk peningkatan layanannya adalah pasien-pasien dengan penderita gagal ginjal, penderita kanker, dan yang ketiga adalah pasien-pasien dengan penyakit jantung,” katanya.
Untuk pasien gagal ginjal, peningkatan layanan berkaitan dengan kebutuhan cuci darah. Sementara untuk pasien kanker, rumah sakit mempersiapkan layanan kemoterapi. Sedangkan untuk pasien jantung, salah satu upaya yang disiapkan adalah pengadaan layanan kateterisasi.
Tingginya kebutuhan layanan jantung di Berau juga tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang mengalami faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi.
“Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap jumlah pasien yang membutuhkan layanan maupun rujukan terkait penyakit jantung,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Berau, Sri Aslinda Gamalis, sempat menjenguk pasien dengan penyakit jantung di RSUD dr Abdul Rivai, Senin (17/8) lalu mengatakan, pihaknya juga telah membantu sejumlah pasien penyakit jantung untuk mendapatkan penanganan di luar daerah.
Beberapa waktu lalu, YJI Berau membantu pasien untuk mendapatkan rujukan ke Samarinda. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan YJI Provinsi agar pasien dapat dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta.
“Alhamdulillah bisa ditangani,” kata Sri.
Ia menambahkan, YJI Berau telah menyusun sejumlah program yang akan dilaksanakan. Salah satu agenda yang disiapkan berkaitan dengan peringatan Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September.
YJI Berau berencana melaksanakan kegiatan pada 27 September. Di mana masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.
“Selain itu, akan digelar pula kegiatan senam jantung sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung,” ujarnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi