BERAU POST – Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum istimewa bagi seorang ibu di Kabupaten Berau. Tepat pada 17 Agustus 2026, seorang bayi perempuan lahir di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb.
Kelahiran bayi tersebut mendapat perhatian Ketua TP PKK Berau, Sri Aslinda Gamalis, yang datang membawa bingkisan untuk ibu dan bayinya.
Selain itu, Ia juga memberikan bingkisan kepada dua bidan yang telah purna tugas di ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).
Usai mengikuti upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb, Sri Aslinda menyempatkan diri menjenguk ibu dan bayi yang lahir bertepatan dengan hari kemerdekaan.
Dalam kunjungannya, Sri Aslinda melihat langsung kondisi ibu dan bayinya yang dinyatakan dalam keadaan sehat.
“Selain bayi perempuan yang telah lahir, terdapat dua ibu lainnya yang masih menjalani perawatan dan menunggu proses persalinan,” ungkapnya.
Para ibu tersebut masih dalam kondisi kontraksi dan dipantau tenaga medis untuk memastikan proses persalinan berjalan dengan baik.
Dirinya juga memberikan semangat kepada para ibu yang masih menjalani proses persalinan. Ia meminta para ibu tetap tenang dan kuat menghadapi proses persalinan, sembari memberikan wejangan singkat mengenai pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.
“Setelah bayi lahir, orang tua harus terus memberikan perhatian dan pendampingan dalam setiap tahapan tumbuh kembangnya. Karena sejak awal, anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan pola asuh yang baik,” katanya.
Menurutnya, kasih sayang, pola asuh yang baik, serta pemenuhan kebutuhan anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Lanjutnya, kelahiran yang bertepatan dengan momentum kemerdekaan diharapkan menjadi awal yang baik bagi kehidupan sang anak.
Ia berharap generasi yang lahir pada momentum tersebut dapat tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki semangat untuk belajar dan meraih cita-cita.
“Tentu, momentum 17 Agustus ini bertepatan dengan hari kemerdekaan kita. Harapannya, semangat kemerdekaan bisa menjadi teladan bagi anak-anak kita nantinya, sehingga mereka tumbuh menjadi pejuang bagi generasinya,” ujarnya, Senin (17/8).
Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan perayaan. Namun juga dapat ditanamkan kepada generasi penerus melalui semangat belajar, bekerja keras dan memiliki cita-cita untuk masa depan.
“Saya berharap anak-anak tetap semangat belajar dan terus berusaha untuk menggapai cita-citanya di masa depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Jusram, menyebut bayi yang lahir pada Senin (17/8) tersebut berjenis kelamin perempuan. Karena lahir bertepatan dengan bulan kemerdekaan, bayi itu kemudian diberi nama Agustina.
“Yang tadi lahir itu bayi perempuan. Makanya diberi namanya Agustina. Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat,” kata Jusram.
Sementara itu, dari dua pasien yang masih menjalani perawatan, pihak rumah sakit telah mendeteksi salah satunya mengandung bayi berjenis kelamin laki-laki. Namun pihaknya tidak dapat memastikan jenis kelamin bayi dari dua pasien lainnya.
“Kalau yang masih kontraksi tadi sudah terdeteksi ada laki-laki, ada perempuan. Mudah-mudahan mungkin bisa lahir hari ini,” jelasnya.
Sementara kondisi dan perkembangan kedua pasien masih terus dipantau oleh tim medis. Ia berharap seluruh proses persalinan berjalan lancar dan bayi yang lahir nantinya bersama sang ibu berada dalam kondisi sehat. (aja/sam)
Editor : Nurismi