Bupati Berau Tinjau Perbaikan Tepian Ahmad Yani Pasca Ditabrak Kapal Hingga Rusak

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:00 WIB
CEK PERBAIKAN TEPIAN: Bupati Berau, Sri Juniarsih, didampingi Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, meninjau jalannya perbaikan Dermaga Rajjanta hingga kawasan tepian Jalan Ahmad Yaniboleh manajemen kapal yang mengalami insiden beberapa waktu lalu. (SENO/BP)
CEK PERBAIKAN TEPIAN: Bupati Berau, Sri Juniarsih, didampingi Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, meninjau jalannya perbaikan Dermaga Rajjanta hingga kawasan tepian Jalan Ahmad Yaniboleh manajemen kapal yang mengalami insiden beberapa waktu lalu. (SENO/BP)

BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih, bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Berau Rusnan Hefni, meninjau pelaksanaan perbaikan kawasan tepian Jalan Ahmad Yani, Sabtu (8/8).

Perbaikan dilakukan sebagai tindak lanjut atas kerusakan kawasan tepian, setelah insiden kapal yang kehilangan kendali dan menabrak bagian siring di kawasan Jalan Ahmad Yani.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan perbaikan dilakukan secara maksimal, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu ikon wisata di pusat Kota Tanjung Redeb.

Dalam peninjauan itu, Sri Juniarsih meminta agar pekerjaan tidak hanya difokuskan pada bagian tepian yang mengalami kerusakan akibat insiden.

Ia juga menginstruksikan pembersihan kawasan di sekitar Dermaga Rajjanta, hingga mengarah ke ujung tepian menuju pelabuhan.

Menurutnya, kondisi di bawah dermaga yang dipenuhi sampah perlu mendapat perhatian karena sulit dibersihkan secara manual. Karena itu, momentum perbaikan dimanfaatkan untuk sekaligus melakukan penataan kawasan secara lebih menyeluruh.

“Sekalian sampah di bawah dermaga dibersihkan,” kata Sri Juniarsih di sela-sela peninjauan.

Ia menegaskan, pembersihan dilakukan hingga ke bagian ujung tepian, termasuk area yang tidak terdampak langsung kerusakan.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kebersihan, sekaligus menjaga kawasan tepian yang selama ini menjadi bagian dari wajah Kota Tanjung Redeb.

Sri Juniarsih juga mendorong pemanfaatan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara maksimal dalam proses perbaikan.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar penanganan kawasan Tepian Ahmad Yani dapat dilakukan secara optimal.

“Ini kesempatan kita memanfaatkan maksimal CSR,” ujarnya.

Sementara Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, mengatakan, terdapat dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan, yakni Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Sejumlah bagian yang mengalami kerusakan akan diperbaiki secara bertahap.

Rusnan menyebut, pekerjaan di Dermaga Rajjanta mencakup perbaikan dermaga apung serta lantai berbahan kayu ulin yang mengalami kerusakan. Selain itu, sampah yang menumpuk di bawah dermaga juga akan dibersihkan.

Pekerjaan tersebut juga mencakup upaya menutup bagian bawah dermaga untuk mencegah batang maupun material sampah kembali masuk dan menumpuk di kawasan tersebut.

Kendati demikian, terdapat kendala pada ketersediaan material. Papan yang diperlukan untuk pekerjaan masih dalam proses pemesanan dari Surabaya, karena tidak tersedia di daerah.

“Memang untuk sisi siring itu material masih dalam pemesanan di Surabaya,” ujarnya. 

Meski demikian, Rusnan memastikan pekerjaan tetap ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari. Perbaikan dan pembersihan kawasan diharapkan dapat mengembalikan fungsi sekaligus mempercantik kawasan Tepian Ahmad Yani sebagai salah satu ruang publik dan ikon wisata di pusat kota.

Terpisah, Branch Manager SPIL Berau, Danar Kencana, menegaskan pihaknya menyanggupi tuntutan yang diminta Pemkab Berau atas insiden kapal yang terjadi beberapa waktu lalu.

Di antaranya perbaikan Dermaga Rajjanta, Pembersihan Dermaga Rajjanta, Penyediaan Dermaga Sementara, hingga revitalisasi Kawasan Tepian Besar Jalan Ahmad Yani. 

“Nanti kita support (dukung, red) itu ya, nanti apakah di potong-potong terlebih dahulu, untuk pembersihan itu,” terangnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
perbaikan siring Tepian Ahmad Yani pemkab berau