BERAU POST– Pembangunan Jembatan Muara Lesan di Kecamatan Kelay terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Proyek strategis tersebut dikerjakan secara bertahap sejak pembangunan fisik pertama pada 2019 lalu, mengingat tantangan kondisi alam, geografis, topografi wilayah, hingga keterbatasan anggaran yang menjadi kendala dalam proses pengerjaan.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Muara Lesan, Ammar Fanani, menjelaskan bahwa perencanaan awal jembatan tersebut telah dilakukan sejak 2016.
Namun, pelaksanaan fisiknya baru dimulai pada 2019 dan dilanjutkan secara bertahap pada 2024, 2025, dan 2026.
Pada tahap awal 2019, pekerjaan difokuskan pada pembangunan abutmen sisi pertama serta pembukaan lahan.
Kemudian pada 2024, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan abutmen di sisi seberang yang membutuhkan upaya mobilisasi cukup besar karena medan menuju lokasi tergolong berat.
“Tahun 2024 dilanjutkan abutmen sisi seberang,” katanya Kamis (6/6).
Memasuki 2025, pekerjaan diarahkan pada pembangunan oprit atau jalur pendekat dari sisi kampung. Selanjutnya pada 2026 dilakukan penyempurnaan oprit, termasuk peninggian abutmen untuk menyesuaikan kondisi muka air sungai yang mengalami peningkatan. “Peninggian abutmen sekitar 1,5 meter,” jelasnya.
Ammar mengatakan, pembangunan Jembatan Muara Lesan memiliki tantangan berbeda dibanding proyek jembatan lainnya.
Kondisi Sungai Kelay yang memiliki karakteristik tertentu membuat metode konstruksi harus disesuaikan agar aman dan efektif.
Salah satu kendala adalah sulitnya penggunaan ponton sebagai alat pendukung pembangunan. Selain kondisi sungai yang memiliki kedalaman rendah di beberapa titik, bentuk sungai yang berkelok juga menyulitkan manuver ponton, padahal alat tersebut dibutuhkan dalam pembangunan pier atau pilar jembatan.
“Ponton sulit masuk dan bermanuver di lokasi,” ungkapnya.
Karena itu, metode pembangunan akan menggunakan sistem kantilever. Metode ini dilakukan dengan membangun bagian jembatan secara bertahap dari titik tumpuan atau pier menuju bentang bebas tanpa menggunakan penyangga dari bawah.
Menurut Ammar, bagian jembatan yang telah dibangun di sisi kampung dan seberang nantinya akan menjadi pemberat dalam proses pemasangan kantilever. Kedua sisi tersebut akan bertemu di tengah bentang jembatan.
“Metodenya nanti kantilever,” tuturnya.
Jembatan Muara Lesan memiliki panjang total sekitar 140 meter. Rinciannya terdiri dari 30 meter bagian pendekat dari sisi kampung, 90 meter bentang utama di atas sungai, serta 20 meter pendekat di sisi seberang.
Ke depan, DPUPR Berau berharap pembangunan jembatan tersebut dapat dilanjutkan melalui skema pekerjaan tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC).
Skema tersebut dinilai dapat memberikan kepastian anggaran sehingga penyelesaian pekerjaan dapat lebih terarah. “Kami berharap bisa menggunakan skema MYC,” katanya.
Ammar menyebutkan, kebutuhan anggaran awal berdasarkan perencanaan 2016 mencapai sekitar Rp 60 miliar. Namun nilai tersebut perlu dihitung kembali, menyesuaikan kondisi material dan kebutuhan pembangunan saat ini.
DPUPR Berau memastikan akan terus berupaya menyelesaikan pembangunan Jembatan Muara Lesan sebagai bagian dari peningkatan konektivitas masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah bagi warga di wilayah Kelay.
Terpisah, Camat Kelay, Saleh, berharap proyek pembangunan Jembatan Muara Lesan yang menghubungkan akses lingkar dalam Kelay bisa terealisasi berkelanjutan. Akses jalan ini juga merupakan harapan masyarakat untuk memudahkan mobilisasinya.
“Ya kami berharap pembangunan bisa mendapat perhatian kedepannya,” ujarnya.
Selama ini, akses masyarakat mengandalkan kapal untuk menyeberang. Keberadaan jembatan tersebut tentu nantinya akan mempermudah akses masyarakat, baik mobilisasi angkutan maupun sektor lainnya. Kedepan juga diharapkan peningkatan akses bisa membawa dampak pada sektor perekonomian masyarakat.
“Ke depan kita harap juga bisa mengembangkan perekonomian, kami harap ini bisa mendapat perhatian,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi