Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing, Pemkab Berau Perkuat Sinergi Bunda PAUD

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:00 WIB
RAKOR: Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Bunda PAUD di UPT SKB SPNF, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini, Rabu (5/8). (IZZA/BP)
RAKOR: Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Bunda PAUD di UPT SKB SPNF, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini, Rabu (5/8). (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui sinergi lintas sektor.

Hal itu ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD bertajuk “Bersinergi dan Berkolaborasi Mewujudkan PAUD Berkualitas, Anak Cerdas, Berkarakter dan Berdaya Saing” yang digelar di UPT SKB SPNF, Rabu (5/8).

Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Berau, Sri Juniarsih mengapresiasi kepada seluruh jajaran Bunda PAUD di berbagai tingkatan yang selama ini dinilai konsisten menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Berau.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau sekaligus sebagai Bunda PAUD Berau, saya mengapresiasi seluruh jajaran Bunda PAUD tingkat kecamatan, kelurahan, dan kampung yang selama ini terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas PAUD," ujarnya.

Menurutnya, anak merupakan investasi daerah yang harus dipersiapkan sejak dini, bahkan sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Karena itu, upaya mencetak generasi berkualitas tidak hanya dimulai saat anak memasuki sekolah, tetapi juga sejak masa pranikah hingga kehamilan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta DPPKBP3A dalam memastikan calon ibu berada dalam kondisi sehat sebelum menikah maupun saat menjalani kehamilan.

“Edukasi mengenai pemenuhan gizi, vitamin, hingga pola hidup sehat dinilai menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Sri Juniarsih juga menyoroti masih adanya pernikahan usia dini yang belum mendapatkan pendampingan optimal dari organisasi perangkat daerah terkait, maupun pemantauan kesehatan secara rutin melalui Posyandu.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, agar tidak berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak.

Dijelaskan, masa usia dini merupakan periode emas perkembangan otak, fisik, mental, sosial, emosional, hingga spiritual anak. Oleh sebab itu, pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan.

Ia juga mengingatkan pentingnya tiga aspek kecerdasan yang harus dimiliki. Tidak hanya oleh anak, tetapi juga oleh para orang tua, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional.

Kecerdasan intelektual diperoleh melalui pendidikan akademik, sedangkan kecerdasan spiritual dan emosional menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kemampuan mengelola emosi dinilai sangat dibutuhkan agar seseorang mampu menyikapi berbagai tantangan secara bijaksana,” katanya.

Selain pendidikan, ia juga menegaskan anak memiliki hak memperoleh layanan dasar secara menyeluruh, mulai dari pendidikan yang layak, sanitasi yang baik, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, hingga stimulasi yang mendukung tumbuh kembangnya.

“Seluruh layanan tersebut harus dihadirkan melalui sinergi seluruh perangkat daerah,” kata Sri.

Pun penting peran ayah dalam keluarga. Kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki membangun ikatan emosional dengan anak.

“Penguatan hubungan ayah dan anak menjadi salah satu program yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Berau,” terangnya.

Ia menilai Rakor Bunda PAUD merupakan forum strategis untuk memperkuat visi dan misi bersama, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan.

“Hasil evaluasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai langkah baru dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Berau,” harapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong penyelenggaraan PAUD yang inklusif, holistik, dan integratif sehingga setiap anak memperoleh hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah pusat mengenai wajib layanan pendidikan selama 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah sebelum jenjang sekolah dasar (SD).

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesiapan belajar sejak usia dini.
Lanjutnya, penyelenggaraan PAUD dengan upaya percepatan penurunan angka stunting.

Menurutnya, layanan kesehatan seperti imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pemenuhan gizi harus berjalan seiring dengan pendidikan anak usia dini.

“Salah satu upaya yang terus didorong pemerintah daerah adalah program pasar murah ikan sebagai bagian dari pembiasaan konsumsi ikan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, Rakor Bunda PAUD merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi regulasi pendidikan anak usia dini, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Bebernya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah menyamakan visi serta menyatukan pemahaman seluruh pengurus Bunda PAUD bersama instansi terkait mengenai arah penyelenggaraan layanan PAUD di Kabupaten Berau.

Selain itu, rakor juga menjadi wadah memperkuat kerja sama antara Bunda PAUD tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan, hingga kampung.

“Hasil dari pertemuan tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi program kerja yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan berbagai kegiatan PAUD ke depan,” tutupnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
Bunda PAUD pemkab berau