BERAU POST – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai terjadi di sejumlah wilayah di Berau. Balam sepekan terakhir diaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, sudah terdapat lima titik panas (hotspot).
Lima hotspot tersebut berada di wilayah Labanan-Tumbit, Kecamatan Kelay, arah Kasai-Tanjung Batu, serta kawasan Sambaliung.
Berdasarkan informasi yang dia peroleh, cuaca panas belakangan terjadi akibat fenomena El Nino. Hal itu memicu potensi kebakaran semakin meningkat.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Titik-titik ini terus kami pantau karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran lahan apabila tidak segera ditangani," ujarnya diwawancara kemarin (3/8).
Karena itu sambungnya, BPBD Berau terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para petani, agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya Karhutla saat musim kemarau. "Sekecil apa pun itu, api bisa dengan cepat membesar karena kondisi cuaca yang sangat panas," tegasnya.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap ataupun titik api di lingkungan sekitar. Laporan dini dinilai sangat penting, agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.
Sementara itu, Anggota DPRD Berau Komisi I, Thamrin, turut mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap ancaman Karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Ia menilai pengalaman kebakaran besar yang pernah terjadi beberapa tahun lalu harus menjadi pelajaran agar tidak kembali terulang.
"Dengan kondisi cuaca yang cenderung panas akibat El Nino, masyarakat terutama para petani harus lebih berhati-hati," ujarnya.
Thamrin berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah Karhutla, mulai dari tidak melakukan pembakaran lahan hingga segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
"Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama pencegahan Karhutla. Jika semua pihak bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, maka risiko kebakaran dapat ditekan," pungkasnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi