Diduga Terbawa Arus Surut Deras, KM Pekan Riau Menyenggol Siring Tepian Besar

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:35 WIB
DALAMI PENYEBAB KERUSAKAN: Sejumlah titik seperti pelapis beton, meja tepian dan beberapa bagian beton mengalami kerusakan usai diserempet KM Pekan Riau di Tepian Besar Jalan Ahmad Yani, Minggu (2/8). (SENO/BP)
DALAMI PENYEBAB KERUSAKAN: Sejumlah titik seperti pelapis beton, meja tepian dan beberapa bagian beton mengalami kerusakan usai diserempet KM Pekan Riau di Tepian Besar Jalan Ahmad Yani, Minggu (2/8). (SENO/BP)

BERAU POST – Kapal kargo KM Pekan Riau mengalami insiden sesaat setelah meninggalkan Dermaga Pelabuhan Tanjung Redeb sekitar pukul 05.50 Wita, Minggu (2/8).

Saat melakukan olah gerak menuju area labuh umum, buritan kapal menghantam sebagian sisi siring atau Tepian Besar di Jalan Ahmad Yani hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian fasilitas tersebut.

Meski sempat mengundang perhatian warga, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kapal juga tidak mengalami gangguan yang menghambat keselamatan pelayaran setelah kejadian dan saat ini telah dilabuhkan untuk kepentingan pemeriksaan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, menjelaskan, kapal saat itu mengangkut sekitar 100 peti kemas dan baru saja bertolak dari dermaga.

Menurut Lister, berdasarkan informasi awal yang diterima, insiden diduga dipengaruhi arus surut yang cukup deras, sehingga kapal mengalami senggolan dengan siring di kawasan Tepian Besar saat melakukan manuver keluar dari dermaga. “Informasi awal karena arus surut yang kencang,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Saat ini KUPP masih melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda kapal beserta pihak-pihak terkait guna memastikan kronologi sekaligus menilai apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap ketentuan pelayaran. “Kami sedang melakukan pemeriksaan kepada nahkoda dan pihak terkait,” ucapnya.

Sebagai langkah pengamanan, KM Pekan Riau untuk sementara dilabuhkan agar tidak mengganggu aktivitas kapal lain yang keluar maupun masuk melalui alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Redeb. “Supaya tidak mengganggu alur pelayaran,” jelasnya.

Lister menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kesalahan atau pelanggaran, maka sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku di bidang pelayaran.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal terhadap kondisi konstruksi siring yang terdampak benturan kapal.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan, pihaknya menerima informasi insiden tersebut pada pagi hari dan segera melakukan observasi lapangan bersama tim

Menurut Hendra, pemeriksaan sementara masih sebatas pengamatan visual untuk mengidentifikasi titik-titik yang mengalami benturan. Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa kerusakan pada bagian fasilitas di atas siring. “Ada beberapa keramik dan meja yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Selain itu, tim juga melihat adanya kerusakan pada bagian atas struktur beton atau caping beam. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh kerusakan tersebut murni disebabkan benturan kapal atau sudah ada sebelumnya.

Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi kerusakan berat yang berpotensi mengganggu fungsi utama bangunan siring. Penilaian tersebut masih bersifat sementara karena baru berdasarkan hasil pengamatan di lapangan. “Secara visual masih aman,” tuturnya.

Hendra menambahkan, tahapan selanjutnya akan dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait untuk menentukan tindak lanjut, termasuk kemungkinan pemeriksaan lebih mendalam terhadap struktur siring serta penanganan apabila ditemukan kerusakan lanjutan.

Sementara itu, aktivitas di kawasan Tepian Besar maupun lalu lintas pelayaran di Pelabuhan Tanjung Redeb tetap berjalan normal setelah insiden tersebut. Aparat pelabuhan masih melanjutkan proses pemeriksaan guna memastikan penyebab pasti kejadian sekaligus mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari. (sen/sam)

Editor : Nurismi
senggol siring Tepian Besar KUPP Berau