Urai Antrean Panjang SPBU, Bupati Berau Minta Pertamina Tambah Kuota BBM Daerah

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:56 WIB
CARI SOLUSI: Bupati Berau, Sri Juniarsih, dan OPD terkait bersama management PT Pertamina saat melakukan pertemuan kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
CARI SOLUSI: Bupati Berau, Sri Juniarsih, dan OPD terkait bersama management PT Pertamina saat melakukan pertemuan kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mencari solusi atas persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menjadi keluhan masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, bahkan menggelar pertemuan khusus dengan management PT Pertamina di ruang kerjanya, untuk membahas berbagai kendala pasokan dan distribusi BBM di Bumi Batiwakkal.

Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi kondisi distribusi BBM, ketersediaan stok di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hingga upaya mencari solusi agar masyarakat tidak lagi dihadapkan pada antrean panjang saat mengisi bahan bakar.

Sri Juniarsih menegaskan, persoalan BBM merupakan salah satu isu yang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir masyarakat kerap mengeluhkan kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU yang mengakibatkan antrean kendaraan mengular, bahkan berlangsung hingga berhari-hari.

"Ketersediaan BBM merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah. Karena itu, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan segera dicarikan solusi," ujar Sri Juniarsih kepada awak media ini.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Berau secara resmi meminta PT Pertamina untuk mempertimbangkan penambahan kuota BBM bagi Kabupaten Berau.

Menurutnya, kebutuhan bahan bakar di daerah terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, posisi strategis Berau sebagai daerah tujuan sekaligus jalur transit kendaraan dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur turut menyebabkan konsumsi BBM lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah lainnya.

"Kebutuhan BBM di Berau terus meningkat. Daerah ini bukan hanya melayani masyarakat lokal, tetapi juga menjadi lintasan kendaraan dari berbagai wilayah. Karena itu kami berharap kuota BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan," jelasnya.

Tak hanya mengusulkan penambahan kuota, Bupati juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat pengawasan terhadap proses distribusi BBM di seluruh SPBU di Berau.

Pengawasan akan dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait guna memastikan penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta mencegah terjadinya penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

Sri Juniarsih berharap koordinasi yang telah dibangun bersama PT Pertamina dapat menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi BBM di Berau.

Dengan demikian, antrean panjang di SPBU dapat diminimalkan, pasokan energi tetap terjamin, dan aktivitas masyarakat maupun dunia usaha dapat berjalan tanpa hambatan.

"Kami ingin masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik. Harapannya, distribusi BBM semakin lancar, stok tetap tersedia, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus mengantre dalam waktu yang lama," pungkasnya (aky/adv/sam)

Editor : Nurismi
antrean BBM kuota bbm pemkab berau