BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui penyelenggaraan Berau Job Fair 2026.
Kegiatan yang mempertemukan ribuan pencari kerja (Pencaker) dengan puluhan perusahaan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membuka akses lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat membuka kegiatan itu mengungkapkan, kondisi ketenagakerjaan di Berau menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Berau pada 2025 tercatat sebesar 4,40 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,15 persen.
Menurutnya, penurunan tersebut merupakan indikator positif bahwa berbagai program pemerintah mulai memberikan hasil.
Namun demikian, masih terdapat tantangan besar yang harus diselesaikan, terutama dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
"Penurunan angka pengangguran ini menjadi sinyal positif, tetapi pekerjaan rumah kita masih banyak. Kesempatan kerja harus terus diperluas dan kualitas tenaga kerja juga harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing," ujar Gamalis saat membuka kegiatan kemarin.
Ia menegaskan, Job Fair sendiri bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi wadah strategis yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki, sementara perusahaan dapat menemukan tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan mereka.
Karena, ia menilai persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar angka pengangguran terus menurun dari tahun ke tahun.
"Kami berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Berau memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal. Sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Selain memperluas akses lapangan kerja, Pemkab Berau juga terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau.
Program tersebut dirancang agar tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga mampu bersaing di pasar kerja.
“Berau Job Fair 2026 diikuti sebanyak 2.740 pencari kerja usia produktif dan menghadirkan 27 perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan, perbankan, jasa keuangan, industri kecil, perdagangan dan ritel, perhotelan, hingga sektor kelautan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah optimistis akan tercipta lebih banyak kesempatan kerja sekaligus memperkuat hubungan antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal yang kompeten.
"Saya berharap melalui Job Fair ini semakin banyak tenaga kerja yang terserap, sehingga angka pengangguran terus menurun dan kesejahteraan masyarakat Berau semakin meningkat," katanya.
Pada kesempatan itu, Gamalis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Berau Job Fair 2026.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pembangunan daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan hubungan industrial yang harmonis.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Ketenagakerjaan yang hadir memberikan dukungan dan masukan dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan di Kabupaten Berau.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bumi Batiwakkal," pungkasnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi