Datangi Sekolah, Kadisdik Berau Pindahkan Siswa SD Filial Birang dari Tenda Terpal

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:35 WIB
BERATAP TERPAL: Suasana ruang belajar sejumlah anak di RT 17 Gunung Tabur yang hanya beratap terpal. (DISDIK BERAU UNTUK BERAU POST)
BERATAP TERPAL: Suasana ruang belajar sejumlah anak di RT 17 Gunung Tabur yang hanya beratap terpal. (DISDIK BERAU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Setelah ramai dibicarakan di media sosial, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, langsung datangi SD 001 Filial Kampung Birang, Senin (27/7).

Dalam kehadirannya, Mardiatul memastikan sudah ada solusi yang akan dilakukan untuk memberi kenyamanan anak-anak yang bersekolah dengan beratap terpal itu.

Warga RT 17 Gunung Tabur katanya, akan membangun gedung baru dengan dana swadaya.

Sebelum menggunakan tenda beratap terpal kata Kadisdik, pihak kampung memanfaatkan ruang rumah warga untuk belajar mengajar, baru sekitar dua hari tenda tersebut digunakan.

Untuk diketahui jelasnya, awal mula berdirinya SD 001 Filial tersebut pada Juni 2026, atas usulan kepala kampung Birang dan Kepsek 001 Birang.

Itu dilakukan untuk mendekatkan akses pendidikan murid di Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang selamanini harus bersekolah ke Kaltara, namun membutuhkan biaya akomodasi cukup besar.

Dia juga memberi lampu hijau untuk menetapkan sekolah filial, dengan SD 001 Birang sebagai sekolah induknya.

“Jadi itu belum lama,” ujarnya.

Adapun untuk pembangunan sekolah baru tidak bisa dilakukan, karena masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) salah satu perusahaan. “Jadi bukan sejak Juni mereka belajar di bawah terpal, tapi tanggal 23 Juli lalu,” ungkapnya.

Menunggu pembangunan ruang baru yang direncanakan warga, seluruh peserta didik pun dipindahkan sementara ke SD induk, untuk ikut belajar secara langsung maupun Belajar Dari Rumah (BDR). "Sekarang mereka tidak di bawah terpal lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, turut menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan akses pendidikan di wilayah terpencil.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan yang dekat dengan permukiman warga menjadi bagian penting agar anak-anak tetap mendapatkan hak belajar yang layak.

“Pemerintah daerah harus memastikan persoalan akses pendidikan dapat diselesaikan dengan baik. Anak-anak di wilayah terpencil tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Dedy.

Ia mendorong agar setiap kendala yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas pendidikan, termasuk persoalan lahan dapat segera dicarikan solusi sehingga tidak menghambat proses belajar mengajar.

Dedy menilai pembangunan sarana dan prasarana pendidikan perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, ketersediaan fasilitas yang memadai akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan memberikan kenyamanan bagi para siswa dalam mengikuti pembelajaran.

“Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan gedung baru SD 001 Filial Kampung Birang dapat segera terealisasi setelah persoalan lahan terselesaikan. Dengan begitu, para siswa dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang lebih layak.

“Harapannya pembangunan gedung sekolah dapat segera terwujud sehingga para siswa bisa belajar dengan nyaman dan mendapatkan fasilitas yang lebih memadai,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
SD Filal Kampung Birang Disdik Berau