BERAU POST – Para pembalap dan pecinta otomotif di Kabupaten Berau, masih harus bersabar menunggu pemerintah merealisasikan rencana pembangunan sirkuit permanen di Bumi Batiwakkal.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Berau, Noviar Ridwan, kembali meminta keseriusan Pemkab Berau untuk merealisasikan pembangunan sirkuit yang telah digaungkan lama.
Bahkan di setiap event balap, janji untuk segera membangun sirkuit permanen selalu terucap dari mulut pemerintah.
Namun menurut Noviar, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai sejauh mana perkembangan rencana pembangunan sirkuit permanen tersebut.
Padahal, beberapa bulan lalu, Pemkab Berau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah untuk mempelajari pembangunan sirkuit.
Di antaranya ke Surabaya dan Kabupaten Paser. Namun setelah kunjungan, lanjut Noviar, tidak ada lagi informasi lanjutan mengenai hasil kajian maupun tahapan yang akan dilakukan untuk merealisasikan proyek tersebut.
"Kami tentu mengapresiasi adanya studi banding yang dilakukan Dispora. Tetapi setelah itu, sampai sekarang belum ada lagi perkembangan yang disampaikan. Kami ingin tahu sejauh mana progresnya, apakah masih sebatas wacana atau memang sudah masuk tahap perencanaan," ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan sirkuit permanen bukan hanya menjadi kebutuhan komunitas otomotif, tetapi juga merupakan sarana penting untuk pembinaan atlet balap di Berau.
Selama ini para pembalap masih harus berlatih di tempat yang terbatas atau mengikuti kejuaraan di luar daerah, karena belum memiliki lintasan yang memenuhi standar.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kendala bagi pembinaan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk ajang tingkat provinsi maupun nasional.
Noviar mengungkapkan, wacana pembangunan sirkuit permanen sebenarnya bukan isu baru. Harapan itu telah muncul sejak belasan tahun lalu, namun hingga kini belum pernah benar-benar diwujudkan. "Sudah terlalu lama kami menunggu. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian," tegasnya.
Meski demikian, Noviar mengaku memahami bahwa pembangunan sirkuit membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Makanya, pihaknya tidak menuntut proyek tersebut selesai dalam waktu singkat, tetapi berharap pemerintah menunjukkan keseriusan melalui langkah-langkah nyata. "Kami juga realistis dengan kondisi keuangan daerah," katanya.
Karena itu, ia mendorong agar Pemkab Berau setidaknya segera menyusun masterplan atau rencana induk pembangunan sirkuit, sebagai bukti bahwa proyek tersebut benar-benar akan direalisasikan.
Menurutnya, keberadaan masterplan akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran secara bertahap, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya para atlet balap, bahwa pembangunan sirkuit memang menjadi prioritas pemerintah.
"Kalau memang serius, buat dulu masterplan-nya. Dari situ masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah benar-benar memiliki komitmen. Jangan hanya berhenti pada peninjauan lokasi atau studi banding tanpa ada tindak lanjut yang jelas," ujarnya.
Noviar berharap Pemkab Berau dapat segera memberikan penjelasan mengenai perkembangan rencana pembangunan sirkuit permanen tersebut, agar tidak terus menjadi tanda tanya di kalangan atlet dan pecinta otomotif.
Ia menilai keberadaan sirkuit tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga berpotensi mendorong lahirnya atlet-atlet balap berprestasi, menjadi lokasi penyelenggaraan event otomotif berskala regional maupun nasional, serta memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi melalui kunjungan peserta dan wisatawan.
"Berau memiliki banyak talenta di dunia balap. Yang mereka butuhkan adalah fasilitas yang layak untuk berlatih dan bertanding. Kami berharap pemerintah benar-benar membuktikan komitmennya, sehingga pembangunan sirkuit permanen tidak lagi menjadi wacana yang terus berulang setiap pergantian kepemimpinan," pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispora Berau Amiruddin mengatakan, pembangunan sirkuit permanan tersebut masih terus dibahas. Untuk perencanaan dan fisik, pihaknya pun masih menunggu dan menyesuaikan kondisi keuangan daerah. “Kita masih terus bahas dan masih menyesuaikan, kita lihat dulu seperti apa kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Dirinya pun memiliki harapan jika anggaran daerah cukup, maka untuk pembangunan sirkuit tersebut bisa diakomodir untuk perencanaan dan fisik bangunannya.
“Jadi saya berharap agar bisa bersabar, tentunya kita akan melakukan koordinasi seperti apa nantinya. Karena, untuk pembangunan sirkut tentu membutuhkan anggaan yang tidak sedikit,” tutupnya. (aky/udi)
Editor : Nurismi