Pangkas Jarak Rujukan, Pemprov Kaltim Siap Bantu Alkes RSUD Tanjung Redeb

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:50 WIB
SIAPKAN OPERASIONAL: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih, meninjau gedung RSUD Tanjung Redeb kemarin (23/7). (IZZA/BP)
SIAPKAN OPERASIONAL: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih, meninjau gedung RSUD Tanjung Redeb kemarin (23/7). (IZZA/BP)

BERAU POST – Sejak direncanakan beroperasi pada Juni 2026, operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb belum bisa diwujudkan karena terkendala alat kesehatan (Alkes) yang belum tersedia.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pun, meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk membantu melengkapi fasilitas RSUD Tanjung Redeb. 

Khususnya kebutuhan alkes, agar rumah sakit tersebut dapat segera beroperasi secara optimal dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud berkunjung ke Kabupaten Berau dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Kamis (23/7). “Kami berharap dukungan dari provinsi,” katanya.

Menanggapi hal itu, Rudy Mas’ud menegaskan Pemprov Kalimantan Timur siap memberikan dukungan anggaran bagi pengembangan RSUD Tanjung Redeb.

Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ia mencontohkan keberhasilan penyelesaian Jembatan Nibung yang sempat dibangun sejak 2013, namun baru dapat dirampungkan setelah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kalimantan Timur dalam waktu dua bulan.

Pengalaman tersebut, kata Rudy, menjadi gambaran bahwa pemerintah provinsi memiliki komitmen kuat dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.

"Saya yakin kita juga mampu membantu penyelesaian RSUD Tanjung Redeb," ujarnya.

Rudy menargetkan RSUD Tanjung Redeb sudah dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Untuk mewujudkan target tersebut, dukungan anggaran, termasuk pemenuhan alat kesehatan, akan menjadi perhatian pemerintah provinsi.

Peningkatan layanan kesehatan merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Karena itu, keberadaan rumah sakit yang representatif di Kabupaten Berau dinilai sangat penting, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut.

Dijelaskan, Kabupaten Berau memiliki jarak yang cukup jauh dari rumah sakit rujukan di Samarinda maupun Balikpapan.

Kondisi itu membuat masyarakat membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah sendiri, agar pelayanan dapat dilakukan lebih cepat dan mudah dijangkau.

Selain itu, Berau juga memiliki tantangan tersendiri karena harus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan pesisir, perkotaan hingga pedalaman.

"Berau ini sangat luas, hampir seluas Provinsi Jawa Barat. Penduduknya juga tersebar, ada yang tinggal di pesisir, perkotaan, hingga pedalaman. Semuanya harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," katanya.

Menurutnya, rumah sakit tersebut diharapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan layanan medis masyarakat, tanpa harus bergantung pada rumah sakit rujukan di luar daerah.

“Diharapkan rumah sakit tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” pungkasnya. (aja/udi)

Editor : Nurismi
RSUD Tanjung Redeb alat kesehatan pemprov kaltim