Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sediakan Hunian Sehat, Disperkim Berau Renovasi 112 Rumah Layak Huni Tahun Ini

Nurismi • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:20 WIB
ILUSTRASI: Tahun ini Disperkim kembali menyalurkan bantuan RPH kepada 112 rumah dan sudah mulai melakukan pembukaan buku rekening bagi penerima. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Tahun ini Disperkim kembali menyalurkan bantuan RPH kepada 112 rumah dan sudah mulai melakukan pembukaan buku rekening bagi penerima. (BERAU POST)

BERAU POST – Proses pembukaan buku rekening bagi penerima bantuan rumah layak huni (RLH) mulai dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Berau.

Itu sebagai persiapan penyaluran bantuan renovasi rumah yang ditarget rampung sebelum September 2026 mendatang.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, mengatakan, saat ini pihaknya masih memenuhi sejumlah tahapan administrasi sebelum bantuan fisik diberikan kepada masyarakat penerima. Salah satunya dengan memproses pembukaan buku rekening bagi para ketua kelompok penerima bantuan.

Selain proses administrasi, Disperkim juga mulai menyiapkan penyuplaian material bangunan yang akan dikirim langsung ke rumah masing-masing penerima bantuan, agar proses renovasi dapat berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami kendala di lapangan.

“Semuanya saat ini masih dalam proses berjalan. Kami terus mengawal agar penyaluran material ke rumah warga berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya diwawancara kemarin (17/7).

Bebernya, tahun ini terdapat 112 unit RLH yang akan mendapatkan program renovasi. Ratusan rumah tersebut tersebar di empat kecamatan dan 10 kampung seperti Kampung Batu Rajang, Tepian Buah, Harapan Jaya, Pegat Bukur, Merancang Ulu, Capuak, Dumaring, Suka Murya, Tabalar Ulu dan Tunggal Bumi.

Program penataan hunian tersebut seluruhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

Pembagian bantuan di masing-masing kampung dilakukan berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan.

Rata-rata, setiap kampung mendapatkan alokasi sekitar 10 unit rumah untuk direnovasi. Namun terdapat tiga kampung yang memperoleh 13 unit rumah.

Dari total 112 unit rumah yang masuk dalam program renovasi tahun ini, sebanyak 10 unit akan mendapatkan bantuan renovasi standar dengan pagu anggaran masing-masing sebesar Rp 20 juta per rumah.

Sementara unit rumah lainnya akan memperoleh paket renovasi lengkap. Bantuan tersebut tidak hanya mencakup perbaikan bangunan rumah, tetapi juga pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dengan pagu anggaran sebesar Rp 32 juta untuk setiap unit rumah.

Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan fisik renovasi dapat diselesaikan sebelum memasuki September 2026. Sehingga, penerima bantuan diharapkan dapat segera menempati hunian yang lebih layak, aman, dan sehat.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercantik kawasan permukiman serta mendukung posisi Berau sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya dari sektor pariwisata.

“Harapan saya kegiatan seperti ini tetap ada karena sangat menyentuh dan membantu masyarakat Berau,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih, menegaskan bahwa program rumah layak huni merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Hunian yang layak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara bertahap dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah,” katanya. 

Peningkatan jumlah sasaran pada tahun ini menjadi bukti adanya komitmen pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan bantuan. 

“Aparatur kampung dan kelurahan harus lebih aktif membantu masyarakat dalam melengkapi persyaratan agar tidak ada calon penerima yang gagal mendapatkan bantuan,” tegasnya. 

Ia berharap program rumah layak huni ini tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (aja/sam)

Editor : Nurismi
pemkab berau hunian sehat