BERAU POST – Setelah diresmikan pada awal tahun oleh Bupati Berau Sri Juniarsih, Dermaga Teluk Sulaiman hingga kini belum dapat digunakan untuk aktivitas pelayanan transportasi secara resmi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Rusnan Hefni, mengatakan, itu karena Pemkab Berau masih menunggu kepastian izin operasional dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP).
Sebelum izin dikeluarkan, akan dilakukan pengecekan di lapangan lebih dulu, untuk menentukan apakah Dermaga Teluk Sulaiman sudah memenuhi seluruh persyaratan untuk beroperasi atau masih perlu menyempurnakan kekurangan yang ditemukan. "Surat permohonan sudah kami sampaikan kepada KUPP," bebernya.
Belum terbitnya izin operasional membuat sejumlah rencana pemanfaatan dermaga tersebut belum bisa dijalankan.
Salah satunya pengoperasian layanan kapal penyeberangan jenis Ro-Ro yang menjadi salah satu tujuan dermaga tersebut dioperasionalkan.
Ditegaskan, pengoperasian Ro-Ro masih menunggu kesiapan administrasi dan legalitas dermaga. Pemerintah daerah tidak ingin menjalankan aktivitas pelayaran sebelum seluruh persyaratan terpenuhi.
Seperti halnya aspek keselamatan pun menjadi pertimbangan utama sebelum dermaga difungsikan. Terlebih, kawasan Teluk Sulaiman saat ini mulai memiliki aktivitas pergerakan kapal yang cukup berkembang, termasuk dari sektor wisata.
Seiring meningkatnya kunjungan wisata dan aktivitas kapal di sana, Dishub Berau ingin memastikan seluruh fasilitas pendukung telah memenuhi standar yang berlaku.
Adapun pembangunan dermaga tersebut memakan anggaran sebesar Rp 54 miliar yang berasal dari Bankeu Provinsi Kaltim dan APBD Berau, yang dilakukan dalam empat tahap dengan kurun waktu lima tahun. Yang dimulai sejak 2020, 2021, 2024 dan tahap keempat pada 2025.
Dengan adanya izin tersebut nantinya, Dermaga Teluk Sulaiman diharapkan dapat mendukung konektivitas transportasi sekaligus membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi dan wisata di kawasan pesisir Berau.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyebut Dermaga Teluk Sulaiman yang baru sudah sangat representatif untuk sandar kapal penumpang dan barang.
Bahkan ia menganggap dermaga ini merupakan yang termegah di Kabupaten Berau saat ini. Besarnya potensi hasil laut dan wisata di wilayah pesisir Selatan ini, menurutnya tentu akan mendapat dampak positif dengan keberadaan Dermaga Teluk Sulaiman. Bahkan, ia meyakini kehadirannya akan menjadi denyut nadi bagi aktivitas perekonomian masyarakat.
“Tentunya dermaga dan fasilitasnya ini harus dijaga. Apalagi lokasinya berada di daerah strategis. Jadi harus benar-benar dimanfaatkan dermaga ini,” tuturnya.
Dirinya juga menilai dermaga ini bisa dimanfaatkan untuk kapal tambat yang membawa wisatawan ke Pulau Kaniuangan.
Di lain sisi, dengan selesainya peningkatan Dermaga Teluk Sulaiman, Sri Juniarsih memastikan tidak ada lagi istilah daerah pesisir di anak tirikan.
Karena banyaknya infrastruktur-infrastruktur yang telah dibangun oleh Pemkab Berau. “Ini juga merupakan infrastruktur strategis yang anggaran pembangunannya fantastis,” sebutnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi